PARIGI, parimoaktual.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), resmi menutup rangkaian kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) dan Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang Sekolah Dasar tingkat Kabupaten Parimo Tahun 2026 pada Sabtu malam, (23/05/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak 22 Mei 2026 itu dipusatkan di Kompleks Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Parimo, sementara sejumlah cabang lomba dilaksanakan di lokasi pertandingan masing-masing.
Ketua Panitia Pelaksana O2SN dan FLS3N 2026, Ibrahim, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar hingga malam penutupan. Menurutnya, pelaksanaan kegiatan didasarkan pada program pembinaan minat, bakat, dan kreativitas siswa Tahun Anggaran 2026, pedoman teknis O2SN dan FLS3N, serta Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parimo tentang pembentukan panitia pelaksana.
“Kegiatan ini menjadi wadah penting bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi di bidang olahraga, seni, dan sastra,” ujar Ibrahim.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan mengembangkan talenta, minat, dan bakat peserta didik, membentuk karakter sportivitas dan kreativitas, serta menyeleksi peserta terbaik untuk mewakili Kabupaten Parimo pada ajang tingkat selanjutnya.
Sebanyak 130 sekolah dari 23 kecamatan ambil bagian dalam O2SN tahun ini. Sementara pada FLS3N, dua kecamatan yakni Kecamatan Mepanga dan Kecamatan Moutong tidak mengirimkan peserta.
Secara keseluruhan, kegiatan diikuti 234 siswa yang terdiri dari 140 peserta O2SN dan 94 peserta FLS3N, serta didampingi sekitar 100 guru pendamping.
Cabang lomba O2SN meliputi senam, atletik, pencak silat, bulu tangkis, dan renang. Adapun cabang FLS3N terdiri dari menyanyi solo, tari, pantomim, menulis cerita, menggambar, dan bercerita.
Plt Kepala Disdikbud Kabupaten Parimo, Sunarti, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas semangat dan prestasi para peserta didik selama mengikuti kegiatan tersebut.
Menurutnya, O2SN dan FLS3N menjadi sarana penting untuk menggali dan mengembangkan potensi nonakademik siswa sejak tingkat sekolah hingga kabupaten.
“Anak-anak kita memiliki potensi yang luar biasa. Tidak semua harus menjadi sarjana atau magister untuk sukses. Ada yang berhasil melalui bakat olahraga dan seni yang mereka tekuni,” kata Sunarti.
Ia juga mencontohkan seorang atlet asal Parimo bernama Noval yang berhasil meraih kehidupan lebih baik melalui prestasi di bidang atletik.
Sunarti menegaskan pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk memberikan ruang seluas-luasnya bagi peserta didik dalam mengembangkan kemampuan dan bakat mereka. Ia turut mengapresiasi sekolah-sekolah yang tetap aktif mengirimkan peserta di tengah kondisi efisiensi anggaran.
Namun demikian, ia menyoroti masih adanya kecamatan yang belum mengikutsertakan siswa dalam FLS3N dan meminta hal tersebut menjadi bahan evaluasi bersama.
“Jangan sampai anak-anak yang sudah menyiapkan diri dan memiliki potensi justru kehilangan kesempatan karena tidak difasilitasi oleh sekolah atau gurunya,” tegasnya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Parimo, Adrudin Nur, yang mewakili Bupati, menyampaikan apresiasi kepada panitia, dewan juri, tenaga pendidik, pendamping, dan seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Parimo, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini,” ujarnya.
