Parimo Siapkan 9,2 Hektare Lahan, Target Masuk Tahap III Program Sekolah Rakyat

H. Erwin Burase saat melakukan audiensi bersama Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono, di Gedung Kementerian Sosial RI, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026). (Foto : Diskominfo Parimo)

PARIGI, parimoaktual.com – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) menunjukkan keseriusannya mendukung program Sekolah Rakyat dengan menyiapkan lahan seluas kurang lebih 9,2 hektare untuk pembangunan fasilitas pendidikan tersebut.

Komitmen itu disampaikan langsung Bupati Parimo, H. Erwin Burase saat melakukan audiensi bersama Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono, di Gedung Kementerian Sosial RI, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Pemda Parimo juga menyerahkan dokumen readiness criteria sebagai syarat dukungan daerah terhadap program nasional Sekolah Rakyat.

“Pemda Parimo telah menyiapkan lahan seluas kurang lebih 9,2 hektare untuk mendukung pembangunan Sekolah Rakyat. Kami berharap Parimo bisa masuk tahap ketiga pembangunan tahun ini,” kata Erwin Burase.

Ia menjelaskan, keberadaan Sekolah Rakyat dinilai penting mengingat kondisi geografis Parimo yang memiliki garis pesisir sekitar 512 kilometer dengan sejumlah wilayah terpencil yang masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan.

Menurut Erwin, masih terdapat ribuan anak yang belum mengenyam pendidikan secara maksimal, termasuk anak-anak dari komunitas adat terpencil yang tersebar di beberapa wilayah.

“Program ini sangat strategis agar anak-anak mendapatkan akses pendidikan yang layak sekaligus pembinaan sosial,” ujarnya.

Selain mengusulkan pembangunan Sekolah Rakyat, Pemda Parimo juga disebut telah menjalankan program pendidikan gratis bagi anak-anak komunitas adat terpencil bekerja sama dengan Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung.

Melalui program tersebut, sejumlah anak telah difasilitasi untuk menempuh pendidikan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah terpencil.

Erwin menambahkan, pemerintah daerah terus melakukan koordinasi lintas sektor bersama pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Dinas Sosial, serta instansi terkait guna memastikan data anak tidak sekolah dapat terintegrasi sebagai dasar intervensi pemerintah pusat.

Sementara itu, Wakil Menteri Sosial RI, Agus Jabo Priyono, menyatakan program Sekolah Rakyat merupakan agenda strategis pemerintah pusat dalam memperluas akses pendidikan sekaligus memutus rantai kemiskinan.

“Negara harus hadir untuk anak-anak yang selama ini belum mendapatkan akses pendidikan secara layak, termasuk mereka yang berada di wilayah terpencil dan rentan,” kata Agus Jabo.

Ia menegaskan, pemerintah pusat terus mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai daerah melalui kolaborasi lintas kementerian, termasuk Kementerian Sosial dan Kementerian Pekerjaan Umum.

Agus Jabo juga mengapresiasi kesiapan Pemda Parimo yang dinilai serius mendukung program nasional tersebut melalui kesiapan lahan dan dokumen pendukung pembangunan.

“Kami mengapresiasi kesiapan Pemda Parimo. Hasil audiensi ini akan kami sampaikan kepada Menteri Sosial untuk selanjutnya dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.

Ia mengaku terkesan dengan langkah konkret Pemda Parimo dalam menangani persoalan pendidikan dan sosial, termasuk perhatian terhadap anak-anak dari komunitas adat terpencil.

“Daerah tidak hanya menyampaikan usulan, tetapi juga menunjukkan kesiapan dan program nyata yang sudah berjalan,” tandasnya.

Penulis: Diskominfo ParimoEditor: Iwan Tj
Exit mobile version