PARIMO, parimoaktual.com – Aktivitas pertambangan emas (Peti) di Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), kembali memakan korban jiwa. Seorang penambang lokal dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun longsor di lokasi Peti.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 22.15 WITA di area galian lubang Peti wilayah Desa Buranga. Informasi awal kejadian diperoleh dari warga setempat yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
“Peristiwa ini terjadi pada Kamis malam, 12 Februari 2026, sekitar pukul 22.15 WITA di lubang Peti Desa Buranga,” ujar sumber warga. Jum’at ( 13/02/2026).
Korban diketahui bernama Aco (31), beragama Islam, bersuku Kaili, dan sehari-hari berprofesi sebagai petani. Ia tercatat sebagai warga Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parimo.
Berdasarkan keterangan warga, saat kejadian korban tengah mengambil material emas di dinding tebing lubang tambang bersama seorang rekannya. Secara tiba-tiba, tebing galian mengalami longsor dan menimbun keduanya.
“Saat itu mereka sedang mengambil material di dalam lubang. Tiba-tiba longsor dari atas tebing dan menimbun dua orang. Satu orang berhasil keluar, sementara korban masih tertimbun,” ungkap sumber tersebut.
Sekitar lima menit setelah kejadian, para penambang lain berupaya melakukan pencarian dengan menggali material longsoran menggunakan alat berat jenis ekskavator. Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi kritis.
Warga kemudian mengevakuasi korban ke Puskesmas Ampibabo pada pukul 22.27 WITA untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 22.30 WITA.
“Setelah ditangani di puskesmas, korban dinyatakan meninggal dunia. Sekitar pukul 22.50 WITA, jenazah langsung dibawa pihak keluarga ke rumah duka,” tambahnya.
Warga juga menyebutkan, lubang tambang yang mengalami longsor diketahui dikelola oleh seorang pendana tambang bernama Dona.
Sebelumnya, pengawas lubang tambang telah melarang aktivitas pengambilan material dari dalam lubang karena dinilai memiliki risiko tinggi.
Namun demikian, korban yang merupakan penambang lokal tetap melakukan aktivitas penambangan secara tradisional menggunakan alat dulang.
Peristiwa ini kembali menyoroti tingginya risiko keselamatan kerja dalam aktivitas pertambangan emas, khususnya yang dilakukan tanpa standar keamanan memadai.
Warga berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan mendapat perhatian serius dari pihak terkait.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Parimo, Iptu Arbit, mengatakan pihaknya telah mengamankan area pertambangan dan memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian.
“Untuk sementara kami masih mendalami kejadian ini. Jumlah pasti korban masih dalam pendataan karena anggota kami masih berada di lapangan,” pungkasnya. (**/long)
