Pemda Parimo–Kejati Sulteng Tanam Jagung, Dukung Swasembada Pangan

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Parigi Moutong (Parimo), Sofiana, (Foto : Galang )

PARIMO, parimoaktual.com Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) melalui Dinas Ketahanan Pangan bersama Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah melaksanakan Program Gerakan Tanam Jagung Jaksa Mandiri Pangan dan Desa Mandiri Pangan di Desa Lobu Mandiri, Kecamatan Parigi Barat.

Program ini menjadi langkah konkret mendukung swasembada pangan nasional berbasis desa.

Kegiatan penanaman dilakukan di lahan seluas lima hektare dengan melibatkan kelompok tani setempat.

Pekan lalu, petani melaksanakan panen raya jagung dan langsung melanjutkan penanaman kembali guna menjaga kesinambungan produksi dan stabilitas pasokan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Parimo, Sofiana, menegaskan bahwa program tersebut merupakan bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dalam memperkuat ketahanan pangan.

“Program Gerakan Tanam Jagung Jaksa Mandiri Pangan dan Desa Mandiri Pangan ini merupakan wujud sinergi antara Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten Parimo dalam mendukung swasembada pangan nasional,” ujar Sofiana dalam sambutannya, Kamis (13/02/2026).

Ia menjelaskan, pemda parimo memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, dan hortikultura sehingga layak menjadi salah satu sentra produksi pangan di Sulawesi Tengah.

“Parimo memiliki sumber daya lahan yang luas dan produktif. Karena itu, kami terus membenahi tata kelola pertanian serta meningkatkan produktivitas lahan agar hasilnya maksimal dan berkelanjutan,” jelasnya.

Terkait aspek regulasi, Sofiana menambahkan bahwa program tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, program nasional ketahanan pangan, serta nota kesepakatan antara Kejati Sulteng dan Pemda Parimo.

“Secara hukum dan kebijakan, program ini memiliki dasar yang kuat. Implementasinya kami fokuskan pada penguatan desa sebagai pusat produksi komoditas strategis berbasis potensi lokal,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran kelembagaan ekonomi desa dalam memperkuat distribusi hasil pertanian.

“Kami mendorong BUMDes dan koperasi desa agar terlibat aktif dalam distribusi hasil panen. Dengan begitu, posisi tawar petani meningkat dan kesejahteraan mereka ikut terdongkrak,” katanya.

Pemda Parimo berharap kolaborasi tersebut terus berlanjut dan dapat lakukan di desa-desa lain di wilayah parimo, sehingga ketahanan pangan daerah semakin kokoh dan berkontribusi terhadap swasembada pangan nasional. (long)

Exit mobile version