Kejati Sulteng Perkuat Swasembada Pangan Parimo

Kejati Sulawesi Tengah N Rahmat R, S.H., M.H., (Tengah) Buapti Parimo H. Erwin Burase (Tengah) Wakil Bupati (Kanan) Kejari Parimo (Kiri) saat melakukan penanaman jagung Desa Mandiri Pangan di Desa Lobu Mandiri, Kecamatan Parigi Barat, Kamis (12/02/2026). (Foto : Doc : PA)

PARIMO, parimoaktual.com Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah, N Rahmat R, S.H., M.H., memimpin langsung Program Gerakan Tanam Jagung Jaksa Mandiri Pangan dan Desa Mandiri Pangan di Desa Lobu Mandiri, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo).

Kegiatan ini menjadi bagian dari program nasional yang dicanangkan Jaksa Agung Republik Indonesia melalui instrumen intelijen Kejaksaan dalam rangka memperkuat ketahanan pangan dan mendukung visi swasembada pangan nasional.

“Program Gerakan Tanam Jagung Jaksa Mandiri Pangan ini merupakan bagian dari program nasional yang dicanangkan oleh Jaksa Agung Republik Indonesia melalui instrumen intelijen Kejaksaan,” ujar N Rahmat R saat memberikan sambutan di Desa Lobu Mandiri, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parimo. Kamis, (12/02/2026).

Ia menegaskan, program tersebut merupakan bentuk nyata kontribusi Kejaksaan dalam mendukung Asta Cita Presiden RI yang menekankan arah pembangunan menuju kemandirian dan swasembada pangan.

“Kejaksaan tidak hanya hadir sebagai penegak hukum semata. Kami juga diwajibkan memberikan pendampingan terhadap program-program strategis pemerintah, termasuk program swasembada pangan,” tegasnya.

Menurut Rahmat, Kejaksaan hadir secara humanis dan solutif dengan memberikan pendampingan hukum agar setiap program berjalan sesuai aturan serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh pelaksanaan program pemerintah berjalan dengan baik, transparan, dan tepat sasaran. Pendampingan ini penting agar tidak ada keraguan dalam pelaksanaan di lapangan,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, areal seluas 5 hektar telah disiapkan untuk penanaman jagung tahap awal dan akan dikembangkan secara bertahap.

“Sebagaimana penanaman jagung yang kita laksanakan pagi ini, lahan seluas 5 hektar telah disiapkan dan ke depan akan kita kembangkan secara bertahap. Ini membutuhkan kolaborasi seluruh pihak,” katanya.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Dinas Ketahanan Pangan, camat, kepala desa, penyuluh pertanian, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta kelompok tani.

“Kemandirian pangan tidak bisa dicapai sendiri. Pemda menjadi sentral utama, tetapi seluruh elemen harus bersinergi menjadi garda terdepan,” ujarnya.

Rahmat juga mengapresiasi komitmen Desa Lobu Mandiri yang dinilai aktif melakukan inovasi dan menjaga stabilitas harga pangan.

“Kami melihat Desa Lobu Mandiri memiliki komitmen kuat melalui berbagai gerakan dan inovasi desa. Ini modal besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Ia mencontohkan, program serupa sebelumnya telah dilaksanakan di Kabupaten Sigi dan berhasil panen di lahan lebih dari satu hektar.

“Beberapa bulan lalu kami melaksanakan program yang sama di Kabupaten Sigi, dan Alhamdulillah satu bulan lalu sudah dilakukan panen. Ini bukti bahwa program ini bisa berhasil dan berdampak pada ekonomi masyarakat,” terangnya.

Rahmat optimistis parimo mampu memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan Sulawesi Tengah bahkan nasional.

“Kami berharap melalui program ini, kita tidak hanya menanam jagung, tetapi juga menanam benih kemandirian. Masyarakat harus semakin mandiri dalam aktivitas ekonomi dan memperkuat gotong royong,” pungkasnya.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Pemda Parimo, Kejaksaan Negeri Parigi, Forkopimda, penyuluh pertanian, Camat dan desa, serta kelompok tani yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. (long)

Exit mobile version