Misteri Hilangnya Ekskavator Sitaan di Peti Tombi

Alat Berat Ekskavator (Foto : Doc : parimoaktual.com)

PARIMO, parimoaktual.com Satu unit alat berat yang diamankan dari lokasi Pertambangan Tanpa Izin (Peti) di kawasan hutan Desa Tombi, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), dilaporkan hilang misterius.

Peristiwa ini terjadi setelah tim gabungan Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum (Gakkum) LHK bersama Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Dolago-Tanggunung melakukan operasi penertiban.

Kepala UPT KPH Dolago-Tanggunung, Muhammad Kuzeini, mengungkapkan bahwa alat berat jenis ekskavator tersebut sebelumnya diamankan pada Selasa (16/6/2026) dan dititipkan di wilayah perkampungan Desa Tombi dengan jaminan dari seorang warga setempat.

Namun, saat tim hendak mengambil alat tersebut pada Rabu (17/6/2026), barang bukti itu sudah tidak ada di lokasi.

“Setelah kami kembali keesokan harinya, alat sudah tidak ada,” kata Kuzeini saat dikonfirmasi, Jumat (19/6/2026).

Kronologi bermula pada 10 Juni 2026 ketika Gakkum dan KPH melakukan Pengumpulan Bahan dan Keterangan (Pulbaket). Hasilnya, ditemukan enam unit alat berat beroperasi ilegal di dalam kawasan hutan.

Tim kemudian menggelar rapat strategi pada 12 Juni 2026 untuk melakukan operasi gabungan bersama Polda dan TNI pada Senin (15/6/2026).

Namun, pada hari Senin itu, Polres Parimo dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) telah lebih dulu menggelar operasi di lokasi yang sama dan tidak menemukan satu pun alat berat.

Akibat situasi tersebut, tim gabungan sempat dilema untuk melanjutkan pergerakan.

Untuk menyiasatinya, tim kecil dikerahkan melakukan pengintaian pada Selasa pagi (16/6/2026).

Setelah mendapat informasi bahwa alat berat kembali beraktivitas di dalam hutan, tim langsung bergerak siang harinya dan berhasil mengamankan satu unit alat yang sedang beroperasi, sebelum akhirnya barang bukti tersebut hilang keesokan harinya.

Selain di Desa Tombi, tim awalnya juga merencanakan penggerebekan di Desa Alo’o pada hari Senin.

Namun, rencana itu batal karena adanya aktivitas Satgas, serta pertimbangan taktis pasca-operasi Polres di Desa Tombi.

“Kami merasa di Desa Alo’o juga saat itu pasti sudah kosong. Kalaupun ada, pasti aktivitasnya sudah di luar kawasan yang bukan menjadi kewenangan kami,” ungkap Kuzeini.

Saat ini, pihak KPH dan Gakkum terus memantau pergerakan di lokasi Peti Tombi untuk merencanakan tindakan selanjutnya.

“Tim terus memantau, hanya saja kami belum bisa memastikan kapan akan dilakukan lagi razia,” ujar Kuzeini.

Ia juga menambahkan bahwa pemilihan waktu operasi ke depan harus matang agar tidak berbenturan dengan agenda kepolisian maupun Satgas lain.

Penulis: TimEditor: ddnk
Exit mobile version