PARIMO, parimoaktual.com – Kecamatan Tomini turut memeriahkan peringatan HUT ke-24 Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), dengan menampilkan beragam kuliner khas daerah dalam stand pameran.
Dalam moment tersebut, Tomini menghadirkan makanan tradisional berbahan dasar sagu seperti labole dan labiah, yang merupakan kuliner khas masyarakat Tialo.
Selain itu, pengunjung juga disuguhkan oleh-oleh berupa permen gula tapo dengan berbagai varian rasa, mulai dari durian, alpukat hingga stroberi.
Camat Tomini, Nuryadin, SE mengatakan, partisipasi ini menjadi upaya memperkenalkan potensi lokal kepada masyarakat luas.
“Momentum HUT Parimo ini kami manfaatkan untuk memperkenalkan kuliner khas Tialo berbahan sagu agar lebih dikenal luas, sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat desa,” ujarnya. Jum’at, (10/4/2026).
Ia menegaskan, tema kuliner tradisional sengaja diangkat sebagai bentuk pelestarian identitas budaya lokal.
“Kami sengaja mengangkat tema makanan tradisional Tialo karena ini adalah identitas lokal yang harus dijaga dan dipromosikan,” katanya.
Stand pameran tersebut merupakan hasil kolaborasi pemerintah kecamatan bersama sejumlah pemerintah desa, serta didukung penuh oleh Tim Penggerak PKK.
Produk olahan yang ditampilkan, termasuk gula tapo, merupakan binaan Ketua PKK Desa Ambesia, Amina.
“Kegiatan ini tidak lepas dari dukungan pemerintah desa dan peran aktif PKK dalam membina produk olahan masyarakat,” ungkap Nuryadin.
Sementara itu, Amina menyebut pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar.
“Kami terus berupaya mengembangkan olahan gula tapo dengan berbagai varian rasa agar bisa menjadi oleh-oleh khas yang diminati,” tuturnya.
Dari 23 kecamatan yang ada di Parimo, Kecamatan Tomini menjadi satu-satunya yang secara khusus mengangkat kuliner khas Tialo Lauje dalam pameran tersebut.
Hal ini membuat stand Tomini menarik perhatian pengunjung.
Ketua PKK Kabupaten Parimo, Hj. Hesti Nanga, bersama beberapa kepala opd juga terlihat mengunjungi stand tersebut dan memberikan apresiasi terhadap produk lokal yang ditampilkan.
Nuryadin berharap, keikutsertaan ini dapat membuka peluang lebih luas bagi produk lokal untuk berkembang.
“Harapan kami, produk lokal seperti ini tidak hanya tampil saat pameran, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas,” tutupnya. (Taufik)
