PARIGI, parimoaktual.com – Komoditas durian asal Parigi Moutong (Parimo) terus menunjukkan daya saing di pasar ekspor. Hingga pertengahan Maret 2026, sebanyak 120 kontainer durian dengan total volume sekitar 3.000 ton tercatat telah beredar di pasar Tiongkok.
Data tersebut disampaikan Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Faradiba Zaenong, saat kegiatan buka puasa bersama yang digelar KADIN bersama Asosiasi Pengusaha Durian Indonesia (Apdurin) di Parigi.
Menurut Faradiba, capaian tersebut menjadi indikator bahwa durian Parimo mulai mendapat ruang di pasar internasional dan memiliki peluang besar untuk terus berkembang sebagai komoditas unggulan daerah.
“Alhamdulillah, sampai hari ini 120 kontainer durian daerah kita Parimo sudah tiba di Tiongkok dengan total kurang lebih 3.000 ton. Ini menunjukkan bahwa durian kita sudah mulai beredar dan diterima di pasar luar negeri,” ujarnya. , Ahad (15/3/2026).
Ia menjelaskan, keberhasilan ekspor tersebut tidak terlepas dari keterlibatan banyak pihak yang selama ini aktif membangun jejaring dan mendukung penguatan sektor perdagangan, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, organisasi masyarakat, hingga insan pers.
“Ini bukan kerja satu pihak. Ada dukungan besar dari pemerintah daerah, stakeholder, organisasi kemasyarakatan, pelaku usaha, dan juga media yang terus menyampaikan perkembangan kepada masyarakat,” katanya.
Faradiba menilai, kegiatan buka puasa bersama menjadi ruang penting untuk memperkuat komunikasi antarlembaga sekaligus menjaga kolaborasi agar program pengembangan ekonomi daerah tetap berjalan.
“Momentum Ramadan seperti ini bukan hanya soal kebersamaan, tetapi juga bagaimana kita mempererat silaturahmi dan menjaga semangat kolaborasi untuk pembangunan daerah,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, KADIN Parimo dan APDURIN turut mengundang para santri dari pondok pesantren untuk berbuka puasa bersama sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan Ramadan.
Ia berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat agar ekspor durian Parimo semakin meningkat dan memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.
“Harapan kami, durian Parimo semakin dikenal luas dan mampu menjadi kekuatan ekonomi baru bagi daerah,” tutup Faradiba. (long)











