Aktivitas PETI di Tombi Diduga Dekati Kawasan HPT

Salah satu lokasi aktivitas PETI. (Foto : Istimewa)

PARIMO, parimoaktual.com  – Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Tombi, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), diduga mengancam kawasan hutan dengan fungsi Hutan Produksi Terbatas (HPT).

Kantor kehutanan setempat kini menyiapkan langkah verifikasi untuk memastikan posisi aktivitas tambang terhadap batas kawasan.

Kepala UPT KPH Dolago Tanggunung, Muhammad Kuzaini, mengungkapkan bahwa lokasi PETI Tombi berada paling dekat dengan kawasan berstatus HPT.

Ia menegaskan, jika aktivitas tersebut telah memasuki area hutan produksi terbatas, maka proses penanganan akan dilanjutkan sesuai ketentuan hukum kehutanan.

“Seandainya sudah masuk dalam kawasan, yang paling dekat di situ (Tombi) kawasan dengan fungsi HPT,” ujar Kuzaini saat dikonfirmasi via telepon, Jumat, (20/02/2026).

Ia menjelaskan, temuan awal dari Satgas Penegakan Hukum Lingkungan (PHL) menjadi dasar untuk melakukan verifikasi lanjutan di lapangan.

Namun, rencana operasi terpadu bersama Pemerintah Daerah (Pemda) Parimo sempat tertunda karena keterbatasan anggaran operasional.

Meski demikian, KPH memastikan pengecekan awal tetap dilakukan dalam waktu dekat guna memastikan apakah aktivitas tambang benar-benar telah melampaui batas kawasan hutan.

Jika hasil verifikasi membuktikan terjadi perambahan, pihaknya segera melaporkan kasus tersebut kepada aparat Penegakan Hukum Kehutanan (Gakum).

“Kalau terbukti sudah masuk kawasan, kami laporkan ke penegak hukum kehutanan (Gakum),” tegasnya.

Kuzaini menambahkan, KPH tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penindakan langsung terhadap pelaku PETI.

Karena itu, setiap indikasi pelanggaran di kawasan hutan akan dilimpahkan kepada aparat penegak hukum sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sementara itu, Sekretaris Satgas Penegakan Hukum Lingkungan Kabupaten Parimo, Muhammad Idrus, menyebut dugaan aktivitas PETI masuk kawasan hutan diperoleh dari laporan masyarakat dan hasil pemantauan lapangan dalam beberapa pekan terakhir.

Satgas saat ini masih memverifikasi titik koordinat untuk memastikan status lokasi tersebut.

“Alat berat sudah naik sekitar 12 unit. Memang belum terlihat penarikan bucket ke atas, tapi indikasinya kuat ada aktivitas. Dari laporan masyarakat, kemungkinan benar masuk kawasan hutan,” pungkas Idrus. (**/long)

 

Exit mobile version