PARIMO, parimoaktual.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) memastikan Program Listrik Masuk Sekolah tetap berlanjut sebagai bagian dari upaya mendorong percepatan digitalisasi pendidikan, khususnya di wilayah terpencil.
Kepala Bidang Manajemen Sekolah Dasar (SD) Disdikbud Parimo, Ibrahim, mengatakan ketersediaan listrik menjadi kebutuhan mendasar bagi sekolah untuk mengakses teknologi digital dan perangkat pembelajaran berbasis internet.
“Kami hanya sebagai penerima manfaat dari program kerja sama antara PLN dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen),” ujar Ibrahim saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (5/2/2026).
Ia menjelaskan, program tersebut merupakan tindak lanjut dari kebijakan pemerintah pusat terkait percepatan digitalisasi sekolah.
Menurutnya, tanpa dukungan listrik, sekolah akan kesulitan mengaktifkan perangkat pendukung pembelajaran digital seperti jaringan internet dan sarana teknologi lainnya.
“Program ini ditujukan untuk semua sekolah, terutama yang berada di daerah terpencil dan belum teraliri listrik,” katanya.
Ibrahim mengungkapkan, pada tahun 2025 lalu, program Listrik Masuk Sekolah telah menyasar 17 sekolah di Parimo, terdiri dari 1 Taman Kanak-kanak (TK), 11 Sekolah Dasar (SD), dan 5 Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Sementara untuk tahun 2026, Disdikbud Parimo masih menunggu penetapan kuota sekolah penerima program yang sama, berdasarkan hasil verifikasi data pokok pendidikan (Dapodik) oleh Kemendikdasmen.
Ibrahim menegaskan keberlanjutan dan jumlah sekolah penerima program sangat bergantung pada ketersediaan anggaran dari PLN sebagai pelaksana program.
“Sekolah yang belum memiliki listrik wajib mencantumkan kondisi tersebut dalam Dapodik, agar dapat diverifikasi dan dilaporkan Kemendikdasmen kepada PLN untuk ditindaklanjuti,” pungkasnya. (galih)
