PARIMO, parimoaktual.com – Sebanyak 150 siswa dan siswi SMA Negeri 1 Parigi Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) menjalani tes urine.
Kegiatan ini berlangsung di Gedung Perpustakaan SMA Negeri 1 Parigi, Selasa (8/8/2023).
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Parigi, Yusran Kalape mengatakan, pemeriksaan tes urine ini dilakukan untuk memastikan sejauh mana keterlibatan siswa di sekolah dengan narkoba.
Baca Juga : 58 Bakal Calon Kepala Desa di Parimo Jalani Tes Tertulis
“Untuk pemeriksaan Tes urine ini sejak dua pekan lalu. Dan kembali dilaksanakan lagi hari ini, karena terkendala biaya. Sehingga, kami menunggu orang tua siswa menyetor uang untuk biaya tes urine, yakni Rp 100 ribu per siswa,” jelasnya.
Menurut dia, dari jumlah 150 orang siswa baru yang mengikuti pemeriksaan urine, itu belum mencapai 50 persen dari jumlah 324 siswa khususnya kelas X.
“Yang melaksanakan tes urine hari ini, kurang lebih 150 orang. Jadi masih sekitar 49 persen, dan belum mencapai 50 persen dari jumlah siswa baru di SMA Negeri 1 Parigi,” ujarnya.
Tes urine ini katanya, merupakan rangakaian sosialisasi bahaya narkoba bagi kalangan pelajar. Berdasarkan surat edaran dari Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah, tes urine menjadi syarat wajib bagi siswa baru mendaftar.
Ia menjelaskan, tes urine ini sebetulnya dilaksanakan sejak pendaftaran siswa baru dibuka. Namun, pihaknya memberikan kebijakan, tes urine baru dilaksanakan setelah semua siswa diterima di sekolah tersebut.
“Jadi kami dari pihak sekolah, kalau ini dijadikan syarat pada saat siswa mendaftar pertama, kasihan juga orang tua siswa karena sudah terlanjur mengeluarkan biaya,” katanya.
Misalnya, siswa sudah membawa surat keterangan bebas narkoba, tetapi setelah pengumuman siswa tersebut tidak lulus di sekolah ini.
“Jadi itu yang menjadi pertimbangan kami,” kata dia.
Sehingga, pihak sekolah mengambil pertimbangan lain, bahwa pemeriksaan urine baru akan dilaksanakan setelah semua siswa dinyatakan lulus dan diterima di SMA Negeri 1 Parigi.
Baca Juga : Pemkab Parimo Tutup Kejurnas Panjat Tebing, Ini Nama Nama Pemenangnya
Menurutnya, sebagian orang tua siswa memilih melakukan pemeriksaan urine anaknya secara mandiri, baik melalui Rumah Sakit setempat maupun di Polres Parigi Moutong.
Ia mengaku, pemeriksaan urine ini sebagian siswa belum membayar biayanya. Namun, dari pihak sekolah tetap mengizinkan melakukan pemeriksaan.
“Dengan ketentuan,.siswa harus menyelesaikan biayanya sepekan setelah dilakukan tes urine.” terangnya.
Ia menambahkan, hal ini merupakan kebijakan dari pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Poso yang melakukan pemeriksaan di SMA Negeri 1 Parigi.
“Tadi pihak BNN menyampaikan kepada kami, biar kita periksa saja semua yang penting anak-anak itu mau diperiksa pak. Soal biaya kita menunggu saja kapan mereka bayar baru kami datang ambil uangnya.” ujarnya menirukan perkataan pihak BNN.(dany)





