PARIGI, parimoaktual.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) mendesak PT PLN segera menyelesaikan masalah pemadaman listrik bergilir di Sulawesi Tengah karena mengancam investasi industri pengolahan durian beku.
Pasokan energi yang tidak stabil saat ini sangat mengganggu operasional mesin berkapasitas besar pada gudang-gudang pengolahan.
Kondisi tersebut menempatkan produk durian beku yang membutuhkan suhu penyimpanan konsisten pada risiko kerusakan dan kerugian ekonomi skala besar.
“Persoalan ini bukan lagi sekadar gangguan pelayanan publik, tetapi sudah berdampak langsung terhadap dunia usaha dan kepercayaan investor,” kata Ketua Kadin Parimo Faradiba Zaenong, dalam keterangan resminya, Sabtu (7/11/2026).
Ia memaparkan, wilayah Sulawesi Tengah segera memasuki masa panen raya komoditas durian mulai Desember 2026 hingga September 2027.
Pada periode krusial tersebut, pembangunan gudang pengolahan untuk memenuhi tingginya kebutuhan pasar ekspor ke Tiongkok sangat bergantung pada keandalan pasokan energi kelistrikan.
Kadin menilai ketidakpastian pasokan listrik ini membuat para investor asing maupun lokal berpikir ulang untuk menanamkan modalnya.
Para pemodal berpotensi besar mengalihkan rencana pembangunan fasilitas pengolahan bernilai miliaran rupiah tersebut ke daerah lain yang memiliki jaminan infrastruktur kelistrikan yang lebih baik.
Sebagai langkah perbaikan, Kadin menuntut PLN memberikan kepastian target penyelesaian masalah pemadaman serta menyiapkan jaringan andal khusus kawasan industri dan cold storage.
Pihak PLN juga diminta segera membuka dialog resmi bersama pemerintah daerah dan pelaku usaha guna mencari jalan keluar.
“Kami meminta PLN segera menghadirkan solusi nyata, sebab listrik adalah urat nadi yang menentukan masa depan industrialisasi daerah,” pungkasnya.












