PALU, parimoaktual.com — Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo) menyiapkan lahan seluas 35.157 hektare untuk mendukung pengembangan proyek peternakan sapi perah terintegrasi yang mencakup kawasan Kecamatan Parigi Selatan, Torue, hingga Sausu.
Sebagai tahapan awal realisasi proyek strategis tersebut, pemda parimo menyediakan kawasan percontohan peternakan seluas kurang lebih empat hektare.
Pengembangan ini disokong oleh besarnya potensi pasar lokal maupun nasional, mulai dari pemenuhan pasokan susu untuk 18 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Parimo, program gizi daerah, jaringan hotel dan restoran di koridor Palu hingga Teluk Tomini, hingga pemenuhan kebutuhan pabrik pengolahan susu nasional di luar Pulau Jawa.
“Langkah pemaparan potensi investasi peternakan sapi perah terintegrasi ini kami lakukan secara daring dalam rapat bersama Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM serta Bank Indonesia,” kata Bupati Parimo, Erwin Burase. Jumat (9/10/2026)
Pemaparan tersebut merupakan tindak lanjut dari proses seleksi dan kurasi proyek Investment Project to Offer (IPRO) yang digelar oleh Bank Indonesia bersama Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.
Pemda Parimo menjadi satu-satunya perwakilan Provinsi Sulawesi Tengah yang berhasil menembus posisi enam besar nasional dalam kurasi IPRO tersebut, bersaing bersama lima provinsi lain yakni Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.
Untuk menjamin kenyamanan para investor, Pemda Parimo menegaskan komitmen penuh dalam memberikan kepastian hukum dan jaminan keamanan lokasi.
Pemda siap turun tangan memfasilitasi dan menyelesaikan seluruh persoalan pertanahan dengan masyarakat sebelum kegiatan konstruksi investasi dimulai.
Sementara itu Plt. Kepala DPMPTSP Parimo, Moko Ariyanto, menambahkan bahwa sesi presentasi ini menjadi jembatan menuju ajang Forum Investasi Nasional (FIN).
Pada ajang nasional mendatang, Parimo akan membuka booth promosi khusus guna memperkenalkan detail kelayakan proyek sapi perah ini secara langsung kepada calon investor.
“Melalui promosi proyek IPRO ini, kami berkomitmen memperluas peluang investasi daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis komoditas unggulan lokal,” ujar Erwin Burase.












