PARIGI, parimoaktual.com – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Muhammad Basuki, meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memanfaatkan media sosial untuk menyampaikan informasi lingkungan melalui flyer visual.
“Kalau hanya tulisan biasanya kurang dibaca. Tapi kalau dalam bentuk gambar, masyarakat lebih cepat melihat. Jadi sebaiknya gunakan flyer visual,” tegas Basuki. dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Parimo, Kamis (16/4/2026).
Menurutnya, penyampaian informasi dalam bentuk visual lebih efektif untuk menjangkau masyarakat, terutama terkait laporan kondisi lingkungan dan imbauan kewaspadaan.
Ia menjelaskan, flyer dapat memuat pesan singkat yang mudah dipahami, sekaligus menjadi langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi risiko lingkungan.
Selain itu, Basuki juga menyoroti sejumlah titik rawan di wilayah Kota Parigi, khususnya pohon peneduh yang berpotensi tumbang.
Ia menyebut beberapa lokasi yang perlu mendapat perhatian, di antaranya di depan sekolah taman kanak-kanak dan di samping gedung Dekranasda di Jalan Agus Salim, Kelurahan Bantaya.
Tak hanya itu, Basuki turut menyinggung persoalan drainase di Kelurahan Loji. Ia menilai plat deuker di salah satu ruas jalan terlalu tinggi sehingga menghambat aliran air.
Kondisi tersebut, kata dia, berpotensi memperparah genangan saat hujan dengan intensitas tinggi, bahkan bisa meluap hingga ke rumah warga.
“Akibatnya, warga harus angkat kasur dan perabot saat hujan deras,” ungkapnya.
Basuki menegaskan, pemerintah daerah harus segera mengambil langkah antisipatif dan tidak menunggu hingga terjadi dampak yang lebih besar.
“Ini harus diantisipasi. Jangan menunggu kejadian baru bertindak,” tegasnya.
Ia berharap DLH dan BPBD segera menindaklanjuti usulan tersebut, berkoordinasi bersama instansi terkait, agar penyampaian informasi kepada masyarakat lebih efektif dan tepat sasaran. (**/long)












