banner 728x90

Hapus Stigma Sekolah Favorit, Disdikbud Parimo Terapkan Sister School

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdikbud Parimo, Farid. (Foto : Istimewa)

PARIMO, parimoaktual.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) mulai menerapkan program sister school sebagai strategi pemerataan mutu pendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD), guna mengurangi kesenjangan kualitas antar sekolah.

Program tersebut mendorong kolaborasi antar sekolah, terutama antara sekolah yang sudah berkembang dengan sekolah yang masih membutuhkan peningkatan mutu.

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdikbud Parimo, Farid, mengatakan kesenjangan mutu pendidikan masih terjadi, khususnya antara sekolah di wilayah perkotaan yang kerap dianggap favorit dengan sekolah di daerah lainnya.

“Selama ini ada stigma sekolah favorit, biasanya berada di kota. Ini yang ingin kita evaluasi, karena semua sekolah seharusnya memiliki kualitas yang merata,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dari total sekolah dasar, terdapat 47 sekolah yang menjadi fokus peningkatan mutu.

Dari jumlah tersebut, 11 sekolah ditetapkan sebagai sekolah inti yang akan membina sekolah lain melalui skema sister school.

“Sekolah-sekolah ini akan saling berbagi praktik baik, terutama dalam meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa yang masih rendah,” jelas Farid.

Menurutnya, rendahnya capaian literasi dan numerasi tidak selalu disebabkan oleh kemampuan siswa, tetapi juga dipengaruhi metode pembelajaran yang belum optimal.

Disdikbud Parimo menargetkan dalam lima tahun ke depan kualitas pendidikan dapat meningkat secara merata, dengan mengacu pada data rapor pendidikan sebagai dasar evaluasi.

“Dari rapor pendidikan kita bisa melihat posisi masing-masing sekolah, lalu menentukan langkah intervensi yang tepat,” katanya.

Ia menambahkan, peran guru dan kepala sekolah menjadi kunci utama dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan di daerah.

“Guru dan kepala sekolah adalah ujung tombak. Peran mereka harus terus diperkuat agar pemerataan kualitas pendidikan bisa terwujud,” pungkasnya. (**)

 

Penulis: WadyEditor: ABT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *