PARIGI, parimoaktual.com – Janji penerangan jalan yang sebelumnya disampaikan Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo)kembali disorot.
Hingga awal Maret 2026, kondisi sejumlah ruas jalan di wilayah Kota Parigi masih gelap dan dikeluhkan masyarakat.
Sorotan itu disampaikan Anggota DPRD Parimo, Abdin, saat rapat paripurna dengan agenda penjelasan Bupati atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Anggaran 2025, Jumat (7/3/2026).
Rapat yang dihadiri langsung Wakil Bupati Abdul Sahid tersebut, Abdin meminta pemda segera menjelaskan realisasi janji penerangan jalan.
“Janji ini sudah pernah disampaikan, sehingga masyarakat tentu menunggu realisasinya. Sampai sekarang hasilnya belum terlihat,” tegas Abdin.
Menurutnya, persoalan penerangan jalan tidak bisa lagi dianggap biasa karena sudah berdampak pada keselamatan masyarakat, terutama pengguna jalan pada malam hari.
Ia menyebut beberapa titik dalam wilayah ibu kota kabupaten masih minim lampu penerangan, sehingga rawan memicu kecelakaan lalu lintas.
“Banyak ruas jalan yang gelap. Kondisi ini berbahaya, apalagi bagi pengendara yang melintas malam hari,” ujarnya.
Abdin menilai percepatan program penerangan jalan harus menjadi prioritas pemda, terlebih menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Parimo.
Ia berharap momentum hari jadi Kabupaten yang Ke-24 tahun, menjadi titik perubahan agar wajah ibu kota kabupaten tidak lagi identik dengan kondisi gelap pada malam hari.
“Kami ingin saat hari jadi kabupaten nanti, Parigi sudah terang dan masyarakat benar-benar merasakan perubahan,” katanya.
Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Abdul Sahid menyampaikan bahwa program penerangan jalan saat ini masih dalam tahapan proses administrasi dan pengkajian teknis.
Menurutnya, pemda bersama bupati telah memasukkan program tersebut dalam prioritas kerja yang ditargetkan berjalan tahun ini.
“Ini sudah menjadi program kami dan sedang diproses. Memang masih ada beberapa kendala teknis, tetapi tetap kami dorong agar segera terealisasi,” kata Abdul Sahid.
Ia memastikan pemda memahami kondisi minim penerangan yang masih terjadi di sejumlah ruas jalan karena berkaitan langsung dengan keamanan masyarakat.
“Kami tahu kondisi jalan gelap sangat berisiko. Karena itu program ini menjadi perhatian untuk segera dituntaskan,” pungkasnya. (galih)
