banner 728x90

Disdikbud Parimo Perkuat Arah Kebijakan Kebudayaan Daerah

Kasubag Umum dan Kepegawaian, Syafriani, saat membacakan sambutan plt Kepala Disdikbud Parimo di kegiatan Focus Group Discussion (FGD). (Foto : galih)

PARIMO, parimoaktual.com   Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk memutakhirkan data Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperkuat dasar perencanaan pembangunan sektor kebudayaan.

Plt Kepala Disdikbud Parimo dalam sambutannya yang dibacakan Kasubag Umum dan Kepegawaian, Syafriani, menegaskan pentingnya penyusunan PPKD yang komprehensif dan akurat sebagai acuan dalam pengembangan kebudayaan di daerah.

“Penyusunan PPKD yang baik akan menjadi dasar perencanaan dan pengembangan kebudayaan di daerah,” ujarnya. Selasa (29/4/2026).

Ia menjelaskan, dokumen PPKD yang ada saat ini masih membutuhkan pembaruan, terutama terkait kelengkapan data dan informasi kebudayaan.

Ke depan, dokumen tersebut diharapkan menjadi rujukan utama dalam mengidentifikasi potensi, permasalahan, serta kebutuhan kebudayaan secara sistematis.

Menurutnya, melalui PPKD yang mutakhir, pemerintah daerah dapat merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran, berkelanjutan, serta berpihak pada pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan budaya lokal.

“Ini menjadi penguatan identitas daerah sekaligus pijakan dalam pelestarian budaya di tengah perkembangan zaman,” katanya.

Ia menambahkan, penyusunan PPKD sebelumnya telah dilakukan pada 2020, dan dalam lima tahun terakhir Disdikbud Parimo berupaya menindaklanjuti sejumlah rekomendasi yang dihasilkan.

Beberapa di antaranya yakni lahirnya Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Kebudayaan Daerah, serta upaya perlindungan melalui penetapan cagar budaya dan pendaftaran warisan budaya.

“Melalui forum ini, kami berharap seluruh data kebudayaan dapat terhimpun secara akurat dan menjadi dasar kuat dalam merumuskan kebijakan yang berpihak pada pelestarian dan pengembangan budaya daerah,” tutupnya.

 

Penulis: GalihEditor: ABT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *