Peti Tombi Diduga Rambah Kawasan Hutan Produksi

Alat berat yang ditemukan saat razia Satgas PHL di Peti Desa Alo'o, Kecamatan Ampibabo. (Dok. Parimoaktual.com)

PARIMO, parimoaktual.com Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (Peti) di Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), kian memprihatinkan.

Operasi pengerukan material secara ilegal menggunakan alat berat di wilayah tersebut kini terindikasi kuat telah meluas hingga menerobos masuk ke kawasan hutan produksi.

Selain persoalan kerusakan zona hijau, Satuan Tugas Penegakan Hukum Lingkungan (Satgas PHL) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Parimo juga mendeteksi adanya dua titik pergerakan Peti di kecamatan tersebut, yakni di Desa Alo’o dan Desa Tombi.

Ironisnya, geliat alat berat ini kembali masif pasca-adanya tindakan penertiban oleh Aparat Penegak Hukum (APH) beberapa waktu lalu.

“Jadi memang sekarang ini pasca penertiban yang dilakukan kepolisian, di Tombi saat ini ada lagi yang berkegiatan,” ungkap Sekretaris Satgas PHL DLH Parimo, Muhammad Idrus kepada wartawan, Jumat (12/6/2026).

Berdasarkan data dihimpun, kuat dugaan mengenai keterlibatan penyokong dana dari luar provinsi.

Salah satu terduga pemodal utama di Desa Tombi disinyalir merupakan seorang warga asal Sulawesi Selatan berinisial ID, yang disebut-sebut sebagai mantan anggota DPRD Sidrap. ID saat ini dikabarkan berdomisili di salah satu desa di Kecamatan Ampibabo.

Meskipun Satgas PHL Parimo telah mengantongi laporan rinci mengenai manifes alat berat serta daftar nama aktor intelektual di balik aktivitas tersebut, pihak dinas terkait masih memilih untuk merahasikan identitas resmi mereka guna kelancaran proses penanganan hukum ke depan.

Lantaran penambangan ilegal ini melanggar tata ruang kehutanan dengan merambah Area Penggunaan Lain (APL) hingga kawasan hutan produksi, Satgas PHL Parimo langsung mengambil langkah taktis.

Kasus pelanggaran wilayah kehutanan tersebut telah dikoordinasikan ke tingkat yang lebih berwenang guna penindakan lebih lanjut.

“Untuk penanganan masuk wilayah hutan produksi, Satgas PHL telah berkoordinasi dengan pihak Gakkum Kehutanan provinsi,” pungkas Idrus.

Penulis: ThilonkEditor: Arif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *