PARIGI, parimoaktual.com – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) menyosialisasikan konsumsi Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) berbasis pangan lokal kepada peserta didik SD Inpres Masigi, Kecamatan Parigi.
Kepala DKP Parimo, Sofyana Pandean, menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan mengedukasi peserta didik mengenai pentingnya penerapan standar B2SA pada sumber makanan sehari-hari.
Ia menyebutkan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini berjalan juga sudah memenuhi standar tersebut.
“Termasuk MBG yang saat ini diberikan, itu sudah mencapai B2SA,” ucap Sofyana. Jumat (4/9/2026).
Sofyana menekankan, asupan makanan dalam program MBG harus memenuhi kriteria B2SA serta mengolah bahan baku yang bersumber dari pangan lokal.
Hal ini bertujuan untuk menjamin mutu gizi para peserta didik.
Sebagai pihak yang mengawasi program MBG di daerah, Sofyana mengingatkan pihak SPPG agar memberdayakan hasil pangan lokal Parimo, baik dari hasil panen petani maupun produk rumahan masyarakat.
“Pemanfaatan pangan lokal sangat penting dalam mendukung ketahanan pangan daerah, peningkatan gizi, dan perekonomian masyarakat tentunya,” katanya.
Selain edukasi konsumsi pangan B2SA, DKP Parimo juga mengampanyekan gerakan Stop Boros Pangan kepada para siswa.
Upaya ini dilakukan untuk mengurangi limbah sisa makanan sekaligus membantu meningkatkan ekonomi keluarga.
Dalam sosialisasinya, Sofyana mengajak para siswa berpartisipasi aktif menghindari pemborosan, baik saat mengonsumsi makanan maupun dalam mengatur persediaan bahan pangan di lingkungan keluarga.
“Salah satunya, anak diajarkan untuk berani memberi saran kepada orang tua perihal porsi makan dan kebutuhan pangannya,” ujarnya.
Menurut Sofyana, langkah terstruktur mengimplementasikan pola konsumsi sesuai kebutuhan tersebut akan berdampak baik pada penguatan ekonomi keluarga.
Ia menambahkan, sosialisasi program ini idealnya menyasar seluruh elemen masyarakat. Namun, karena keterbatasan anggaran, pelaksanaan saat ini masih difokuskan pada lingkup peserta didik di tingkat sekolah dasar.
“Ke depan, melalui kolaborasi dengan Dinas Pendidikan, program ini akan diperluas. Khususnya kepada guru, untuk terus memberikan edukasi kepada siswa,” pungkasnya.











