BNN Poso Perketat Pemantauan Oknum ASN Parimo Terlibat Sabu

Kepala BNN Kabupaten Poso, AKBP Pradiptya Mahayana. (Foto : Doc : PA)

PARIMO, parimoaktual.com Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Poso memperketat pemantauan terhadap sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo).

Langkah ini diambil usai para oknum ASN tersebut terindikasi kuat masuk dalam jaringan pengguna narkotika jenis sabu.

“Ada beberapa nama ASN yang memang sedang dalam pemantauan. Dan beberapa sudah dilakukan tes urine,” tegas Kepala BNN Kabupaten Poso, AKBP Pradiptya Mahayana, saat memberikan keterangan di Parigi, Senin (3/8/2026).

Pradiptya menjelaskan bahwa BNN Poso memegang peranan aktif dalam pencegahan serta pemberantasan penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Bahan Adiktif lainnya (Narkoba) di wilayah hukum Kabupaten Parimo.

Meski mendapati sampel positif, pihaknya mencatat ada pula beberapa ASN terperiksa yang menunjukkan hasil tes urine negatif. Pihak BNN Poso sendiri masih merahasiakan identitas maupun tingkatan pangkat para oknum yang berada di bawah radar pengawasan tersebut.

Diketahui, BNN Kabupaten Poso bekerjasama dengan Pemda Parimo, melakukan tes urine terhadap Pegawai Negeri Sipil (PNS) eselon II, III, IV, Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), anggota DPRD Parimo, hingga siswa Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA).

Hasil tes urine yang digelar pada 21-24 Juli, petugas mendeteksi 31 orang positif mengonsumsi zat methamphetamine (meth), amphetamine (amph), hingga zat benzodiazepin (benzo).

Secara rinci, tes urine mengonfirmasi 12 orang positif zat meth, 7 orang positif gabungan meth dan amph, serta 3 orang pelajar yang juga positif mengonsumsi meth dan amph.

Sementara itu, 9 orang lainnya terdeteksi positif menggunakan zat benzodiazepin (benzo) atau obat penenang yang didominasi oleh perempuan.

Khusus untuk temuan satu anggota DPRD yang positif benzo, BNN memastikan yang bersangkutan mengonsumsi obat tersebut secara sah berdasarkan resep medis dokter untuk penyembuhan penyakit tertentu.

“Semoga dengan adanya kerjasama ini bisa menjadikan ASN di Parimo bebas Narkoba,” ujar Pradiptya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *