PARIGI, parimoaktual.com – Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 6,7 merusak sejumlah rumah warga di wilayah Kecamatan Torue dan Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di koordinat (-1.039237, 120.231180) dengan kedalaman 10 kilometer. Kuatnya guncangan gempa ini bahkan dilaporkan terasa hingga ke wilayah Kota Palu dan Kabupaten Sigi.
“Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (TRC BPBD) Parimo saat ini sedang menyisir lokasi guncangan untuk mendata dan mengasesmen seluruh dampak kerusakan di lapangan,” Kata Bupati Erwin Burase dalam siaran pers resmi tertulis Nomor: 000.1/395/SEK.Selasa, (16/6/2026) pukul 11:27 WITA.
Berdasarkan data sementara dari TRC BPBD Parimo, getaran gempa terbukti merusak beberapa unit rumah warga yang tersebar di beberapa titik dusun, meliputi:
– Kecamatan Torue (Desa Torue): 1 unit rumah di Dusun I, 2 unit rumah di Dusun II, 1 unit rumah di Dusun III, dan 1 unit rumah di Dusun IV.
– Kecamatan Torue (Desa Tolai): 1 unit rumah di Dusun V.
– Kecamatan Parigi Selatan (Desa Boyantongo): 1 unit rumah di Dusun IV.
Pemda Parimo merespons cepat situasi dinamis ini dengan menerbitkan delapan poin arahan keselamatan bagi warga setempat. Terlebih, BMKG mengonfirmasi telah terjadi kurang lebih 15 kali gempa susulan (aftershock) pasca-gempa utama.
Melalui rilis tersebut, Bupati menginstruksikan warga untuk memeriksa struktur bangunan rumah, menjauhi dinding yang retak, memastikan jalur evakuasi clear, serta mengabaikan informasi hoaks yang tidak jelas sumbernya.
Saat ini, lembaga terkait masih terus memperbarui data dampak kebencanaan di lapangan guna memastikan penanganan logistik darurat.
“Kami meminta seluruh warga yang rumahnya mengalami kerusakan atau mengetahui adanya korban jiwa untuk segera melaporkannya ke posko BPBD agar petugas bisa langsung mengambil tindakan cepat,” pungkas Erwin.
