PARIMO, parimoaktual.com – Manager PT Pondok Durian Sulawesi, Putu Edi Tangkas Wijaya, memberikan tanggapan terkait pernyataan ekspor yang sempat disampaikan saat peresmian perusahaan yang dihadiri Gubernur Sulawesi Tengah H.Anwar Hafid. Jumat, 27 Maret 2026.
Ia menegaskan, perusahaan saat ini belum melakukan ekspor, melainkan masih dalam tahap persiapan menuju ekspor.
“Yang kami sampaikan saat itu adalah persiapan untuk ekspor, bukan sudah melakukan ekspor. Ini perlu kami luruskan agar tidak terjadi kesalahpahaman,” ujar Putu Edi. Di lokasi PH. Sabtu (18/4/2026).
Menurutnya, PT Pondok Durian Sulawesi menjalani seluruh tahapan perizinan sesuai prosedur, mulai dari izin bangunan, pembangunan packing house, hingga kelengkapan administrasi lainnya.
Selain itu, perusahaan juga akan melalui proses verifikasi di Balai Karantina sebelum dinyatakan layak melakukan ekspor.
Sejak diresmikan, perusahaan tersebut telah beroperasi sebagai rumah produksi dengan fokus sementara pada pemenuhan pasar lokal.
Putu Edi menjelaskan, keterlambatan proses ekspor tidak terlepas dari kondisi perusahaan yang masih baru, termasuk struktur organisasi yang belum lama terbentuk.
“Dalam prosesnya, kami menghadapi beberapa kendala, namun itu hal yang wajar dalam tahap awal pengembangan usaha,” jelasnya.
Ia menambahkan, salah satu kendala yang sempat dihadapi adalah persoalan status lahan yang berada di kawasan lahan cadangan.
Namun, persoalan tersebut kini telah diselesaikan dengan menyediakan lahan pengganti sesuai ketentuan yang berlaku.
“Seluruh proses perizinan di tingkat Kabupaten sudah selesai. Saat ini kami tinggal menunggu uji mutu dari Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Tengah dan proses lanjutan di Balai Karantina,” katanya.
Terkait produksi, saat ini perusahaan masih memasarkan produk durian ke pembeli lokal sambil menunggu seluruh tahapan ekspor rampung.
Penjualan dilakukan kepada pembeli dengan harga kompetitif, dengan tetap memperhatikan kualitas dan kuantitas produk.
“Kami pastikan, sebelum semua izin lengkap dan standar terpenuhi, ekspor tidak akan dilakukan. Kami ingin berjalan benar, bukan sekadar cepat,” tegas Putu Edi Tangkas Wijaya. (long)












