banner 728x90

Basuki Desak Pemda Atasi Banjir Menahun di Bantaya

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Muhammad Basuki, (galih)

PARIGI, parimoaktual.com Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Mohammad Basuki, kembali mendesak pemerintah daerah segera menyelesaikan persoalan banjir yang kerap melanda sejumlah wilayah di Kelurahan Bantaya.

Desakan itu disampaikan Basuki dalam RDP Komisi III,  bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH), terkait tindak lanjut penanganan lingkungan di wilayah Parimo.

“Saya harap ini mendapatkan perhatian serius, khususnya di blok dari rumah sakit yang turun ke jalur Tonikota dan sekitarnya,” ujar Basuki. Kamis, (16/4/2026)

Dalam rapat tersebut, ia menjelaskan bahwa sejumlah titik di Kelurahan Bantaya, khususnya di jalur Jalan Tonikota, Pramuka hingga sebagian Jalan Yos Sudarso, kerap tergenang air meski hujan dengan intensitas rendah.

Menurutnya, kondisi tersebut sudah berlangsung lama dan membutuhkan penanganan teknis yang serius dari pemerintah.

Basuki mengungkapkan, sedikitnya sekitar 70 rumah warga terdampak banjir di wilayah tersebut, dengan kondisi yang cukup memprihatinkan, terutama saat hujan terjadi pada malam hari.

“Ini sudah terjadi bertahun-tahun dan belum ada solusi pasti. Akibatnya, masyarakat harus angkat kasur setiap kali hujan,” katanya.

Ia juga meminta dinas terkait untuk kembali melakukan analisis terhadap sejumlah penanganan yang telah dilakukan, termasuk pembangunan drainase yang dinilai belum efektif.

Basuki menyoroti drainase di perempatan Jalan Tonikota yang dianggap tidak berfungsi optimal dan minim dampak dalam mengurangi debit air di lokasi banjir.

Selain wilayah Bantaya, ia juga mendesak pemerintah segera menangani titik-titik banjir lain di ibu kota Parigi, seperti di Kelurahan Kampal dan Maesa, yang turut terdampak saat hujan turun.

“Saya berharap ke depan masalah krusial ini segera diatasi dengan analisis yang baik, karena kasihan masyarakat harus terus terdampak setiap musim hujan,” pungkasnya. (galih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *