banner 728x90

Dinkes Parimo Gelar CKG dan Donor Darah di HUT ke-24 Kabupaten

Plt Kepala Dinas Kesehatan Parigi Moutong (Parimo), Darlin. (Foto ; Doc ; Parimoaktual.com)

PARIGI, parimoaktual.com   Dinas Kesehatan Kabupaten Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) akan menggelar layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sejumlah puskesmas dan donor darah massal dalam rangka HUT ke-24 kabupaten tersebut.

Pelaksanaan program itu merupakan tindak lanjut dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah saat  zoom meeting bersama Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido dan Dinas Kesehatan terkait pelaksanaan gebyar pemeriksaan kesehatan gratis serentak.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Parimo, Darlin, mengatakan layanan tersebut akan dilaksanakan di beberapa puskesmas yang telah siap memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“ Bertepatan dengan HUT Kabupaten Parimo ke-24, kami juga mulai melaksanakan di beberapa puskesmas,” kata Darlin saat konferensi pers. Kamis, (9/4/2026).

Menurutnya, program cek kesehatan gratis bukan hanya agenda tingkat kabupaten, tetapi juga bagian dari kebijakan pelayanan kesehatan yang didorong pemerintah provinsi agar menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Ia mengajak warga Parimo memanfaatkan layanan tersebut sebagai langkah deteksi dini kondisi kesehatan.

Selain pemeriksaan kesehatan, Dinkes juga membuka layanan donor darah melalui stand kesehatan di kantor bupati.

“Kebutuhan darah kita masih sangat tinggi. Sekitar 9.000 kantong dibutuhkan, sementara ketersediaan saat ini baru sekitar 1.000 kantong. Karena itu kami mengajak masyarakat ikut donor darah,” ujarnya.

Darlin menjelaskan, keterbatasan stok darah masih menjadi salah satu tantangan pelayanan kesehatan, terutama untuk penanganan ibu hamil dan pasien dalam kondisi darurat.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan agar informasi donor darah dapat diteruskan hingga ke masyarakat.

Pada kesempatan itu, Dinas Kesehatan turut memperkuat kembali program Simpatik atau Siap Melayani Sepenuh Hati di Bidang Kesehatan di seluruh puskesmas.

Melalui program tersebut, petugas kesehatan diminta menerapkan pelayanan 3S: senyum, sapa, dan santun kepada setiap pasien yang datang berobat.

“Petugas harus ramah, menyampaikan informasi dengan jelas, dan kalau bisa menggunakan bahasa daerah agar masyarakat merasa lebih nyaman,” jelasnya.

Selain Simpatik, Dinkes Parimo juga terus menjalankan program Siderikitas Berani Sehat, yakni layanan antar pasien darurat dan pengantaran jenazah gratis.

Hingga kini, layanan itu telah dimanfaatkan 226 warga.

“Kalau ada masyarakat dalam kondisi darurat, cukup hubungi call center puskesmas. Tim akan langsung turun ke rumah pasien,” tambah Darlin.

Ia juga menyampaikan bahwa rumah singgah rujukan di Makassar kini telah ditambah menjadi 12 kamar dari sebelumnya hanya empat kamar.

Seluruh fasilitas tersebut diberikan gratis bagi masyarakat Parimo yang menjalani pengobatan rujukan.

“Ke depan kami juga menyiapkan konsep rumah singgah untuk rujukan ke Palu karena masih banyak pasien dari wilayah jauh yang enggan dirujuk karena tidak memiliki tempat tinggal selama pengobatan,” pungkasnya. (long)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *