PARIMO, parimoaktual.com – Pemda Parigi Moutong (Parimo) mulai menyiapkan revisi tata ruang wilayah setelah menerima hasil kajian awal potensi sumber daya mineral dari tim Universitas Padjadjaran.
Dokumen ilmiah itu akan menjadi pijakan awal sebelum pemerintah daerah menentukan langkah lanjutan terkait pengelolaan wilayah pertambangan.
Kajian tersebut telah diserahkan kepada Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Parimo untuk digunakan dalam penyusunan revisi Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2020 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
Kepala Bappelitbangda Parimo, Irwan, mengatakan hasil kajian itu menjadi dasar penting karena telah melalui proses ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan. Pernyataan itu disampaikan saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (9/3/2026).
“Dokumen ini menjadi dasar revisi Perda RTRW karena hasil kajiannya sudah ilmiah dan bisa dipertanggungjawabkan untuk dimasukkan dalam muatan kebijakan daerah,” kata Irwan.
Menurut dia, pemerintah daerah belum akan masuk ke tahap pengusulan Wilayah Pertambangan (WP) sebelum revisi RTRW selesai dimatangkan.
“Fokus kita sekarang menyelesaikan RTRW lebih dulu. Setelah itu baru melihat langkah berikutnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hasil kajian awal belum cukup untuk langsung masuk pada tahap pengelolaan, karena masih diperlukan penghitungan cadangan mineral secara rinci.
Selain potensi cadangan, pemerintah juga harus menghitung dampak ekonomi, sosial budaya, dan ekologi agar kebijakan yang diambil tidak menimbulkan persoalan baru.
“Kalau secara ekonomi menguntungkan tetapi biaya pemulihan lingkungannya tidak seimbang, tentu itu harus menjadi pertimbangan serius,” tegasnya.
Pemda Parimo juga memastikan rencana pengelolaan sumber daya mineral tidak bertabrakan dengan posisi daerah sebagai kawasan pertanian yang selama ini menjadi penopang ekonomi masyarakat.
Karena itu, seluruh tahapan kebijakan disebut harus melalui analisis menyeluruh agar pemanfaatan ruang tetap seimbang antara kepentingan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.
Irwan menambahkan, kerja sama lanjutan dengan Universitas Padjadjaran masih terbuka, namun realisasinya bergantung pada kemampuan fiskal daerah.
“Yang jelas kajian awal sudah selesai, dan itu menegaskan bahwa Parimo memiliki potensi sumber daya mineral yang perlu dikelola secara hati-hati,” pungkasnya. (**/long)












