banner 728x90

Bappelitbangda Parimo Jabarkan Visi Gerbang Desa ke Dalam Enam Program Prioritas

Kepala Bappelitbangda Parimo, Irwan. (Foto ; Basrul)

PARIMO, parimoaktual.com Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) mulai mengunci arah pembangunan daerah lewat enam program utama turunan Gerakan Membangun Desa (Gerbang Desa).

Enam program itu disiapkan sebagai peta kerja seluruh OPD agar visi pembangunan daerah tidak berhenti di level perencanaan.

Kepala Bappelitbangda Parimo, Irwan, mengatakan seluruh perangkat daerah kini harus bergerak dengan ukuran kerja yang sama sesuai visi Parimo Maju, Mandiri, dan Berkelanjutan, Senin (9/3/2026).

“Tidak boleh ada OPD berjalan sendiri-sendiri. Semua harus masuk dalam arah pembangunan yang sama,” tegas Irwan kepada awak media.

Menurutnya, visi kepala daerah diterjemahkan ke dalam lima misi utama yang mencakup kesejahteraan masyarakat, pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelestarian lingkungan hidup, dan penguatan tata kelola pemerintahan.

Lima misi itu, kata dia, memiliki keterkaitan langsung dengan konsep Empat Pilar pembangunan, yakni pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan pemerintahan.

“Kalau dicermati, lima misi ini sebenarnya sangat dekat dengan Empat Pilar yang sejak awal menjadi arah pembangunan daerah,” katanya.

Untuk memastikan Gerbang Desa berjalan nyata, pemerintah daerah kemudian memecahnya ke dalam konsep Enam Bersama.

Program Sejahtera Bersama difokuskan pada penguatan ekonomi masyarakat dan pemberdayaan sektor produktif desa.

Lancar Bersama diarahkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dasar dan konektivitas antarwilayah.

Di sektor pelayanan publik, Sehat Bersama menjadi strategi penguatan layanan kesehatan hingga tingkat desa.

Sementara Cerdas Bersama ditujukan untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan kapasitas sumber daya manusia.

Program Harmoni Bersama difokuskan pada pengelolaan lingkungan hidup serta kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Sedangkan Berintegrasi Bersama menjadi instrumen penguatan birokrasi agar tata kelola pemerintahan lebih efektif.

“Setiap program sudah punya prioritas sendiri. Jadi pembangunan tidak lagi bersifat umum, tetapi langsung terarah pada hasil,” jelas Irwan.

Pemda menilai enam program tersebut akan menjadi fondasi utama dalam menjaga sinkronisasi kerja lintas sektor, terutama untuk memastikan agenda pembangunan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

Ke depan, arah pelaksanaan program ini juga akan menjadi ukuran konsistensi OPD dalam menerjemahkan target pembangunan daerah di lapangan. (**/long)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *