PARIMO, parimoaktual.com – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) menggelar panen raya jagung di Desa Lobu Mandiri, Kecamatan Parigi Barat, sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut.
Panen raya ini menjadi bukti ketangguhan petani lokal yang tetap mampu berproduksi meski menghadapi kondisi panas berkepanjangan hampir tiga bulan terakhir tanpa curah hujan yang memadai.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Parimo, Sofiana, mengatakan panen raya jagung yang dilaksanakan, menunjukkan bahwa sektor pangan daerah masih memiliki daya tahan kuat terhadap dampak perubahan iklim.
“Jagung ini hampir tidak tersentuh air karena cuaca sangat panas. Namun Alhamdulillah tetap tumbuh dan berbuah dengan baik. Ini berkat kesuburan tanah Parigi Moutong serta kerja keras para petani,” ujar Sofiana. Sabtu, (31/01/2026),
Ia menegaskan, panen raya tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi mencerminkan kekuatan sektor pertanian yang harus terus dijaga.
“Panen raya ini adalah gambaran nyata bahwa sektor pangan kita masih kuat. Ke depan, pemerintah daerah akan terus mendorong pendampingan kepada petani agar produksi tetap stabil,” tegasnya.
Sofiana menjelaskan, lahan jagung yang dipanen seluas kurang lebih tiga hektare merupakan hasil kolaborasi antara kelompok tani, pemerintah desa, dan pemerintah daerah sejak tiga bulan lalu.
“Ini hasil kesepakatan bersama. Pemerintah desa, kelompok tani, dan pemda berjalan seiring untuk memastikan lahan produktif dan petani mendapat dukungan,” katanya.
Selain jagung, kata dia, petani setempat juga mengembangkan komoditas pangan lain sebagai upaya diversifikasi.
“Tidak hanya jagung, petani juga menanam kacang-kacangan dan sayuran. Ini penting untuk menjaga ketersediaan pangan masyarakat,” tambah Sofiana.
Pantauan di lokasi, kegiatan panen raya jagung ini turut dihadiri WakiL Bupati, unsur Forkopimda, OPD terkait, pemerintah desa, serta masyarakat dan petani setempat. (long)
