PARIMO, parimoaktual.com — Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Faradiba Zaenong, kembali dipercaya memimpin organisasi pengusaha tersebut untuk periode kedua.
Kepercayaan itu ditegaskannya sebagai amanah besar yang harus dijawab dengan kerja nyata dan terukur demi memperkuat kemandirian ekonomi daerah.
Faradiba menjelaskan, kepengurusan KADIN Parimo periode ini dirancang lebih solid dengan melibatkan 95 pengurus yang terbagi dalam 19 kabinet serta wakil ketua bidang.
Komposisi tersebut, kata dia, bukan sekadar formalitas organisasi, melainkan strategi untuk menjawab tantangan ekonomi yang semakin kompleks sekaligus menangkap peluang usaha yang terbuka luas.
“Saya kembali dipercaya memimpin KADIN Parimo untuk periode 2026-2031. Amanah ini bukan sebuah penghargaan, tetapi pekerjaan besar yang menuntut tanggung jawab dan hasil nyata,” ujar Faradiba saat menyampaikan sambutan usai pelantikan di Auditorium Kantor Bupati, Sabtu (24/01/2026).
Dalam kesempatan itu, Faradiba memaparkan visi besar KADIN Parimo lima tahun ke depan, yakni satu rumah, satu pengusaha.
Menurutnya, visi tersebut bukan sekadar slogan, tetapi gerakan perubahan untuk mendorong lahirnya pelaku usaha dari tingkat keluarga, mulai dari ibu rumah tangga hingga generasi muda di desa-desa.
Ia menilai, kemandirian ekonomi tidak lahir dari ketergantungan pada bantuan, melainkan dari keberanian masyarakat menciptakan peluang usaha sendiri.
Dengan jumlah penduduk Parimo sekitar 457 ribu jiwa, Faradiba optimistis gerakan tersebut dapat menjadi fondasi kuat pertumbuhan ekonomi daerah dan berkontribusi bagi kemajuan Sulawesi Tengah.
Faradiba juga mengapresiasi kepemimpinan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, yang dinilainya membawa ketegasan, percepatan, dan keberanian dalam mengambil langkah strategis pembangunan.
Menurutnya, kepemimpinan yang berani dan terukur menjadi kunci mendorong daerah untuk tumbuh lebih cepat dan berdaya saing.
Selain itu, ia menilai kinerja Bupati dan Wakil Bupati Parimo, telah menunjukkan dampak nyata melalui program Gerbang Desa.
Meski belum sepenuhnya signifikan, Faradiba mengaku mulai merasakan denyut pertumbuhan ekonomi dari desa-desa dalam beberapa bulan terakhir.
Mengakhiri pernyataannya, Faradiba menegaskan pentingnya keberanian kolektif seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekonomi daerah.
Namun, ia mengingatkan bahwa keberanian tersebut harus tetap terukur agar setiap langkah pembangunan memiliki arah dan tujuan yang jelas. (long)
