CHENGDU, SICHUAN, parimoaktual.com – Realisasi ekspor durian asal Sulawesi Tengah ke Republik Rakyat Tiongkok menembus angka 7.052 ton hingga awal tahun 2026.
Lonjakan volume ekspor ini menjadi peluang strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, menarik investasi hilirisasi, serta meningkatkan kesejahteraan petani lokal.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Faradiba Zaenong, menilai momentum tingginya permintaan pasar Tiongkok harus dimanfaatkan untuk memperkuat daya saing durian Sulawesi Tengah melalui penerapan standar mutu internasional.
Ia menegaskan bahwa pasar global tidak hanya membutuhkan pasokan yang berkelanjutan, tetapi juga mengutamakan keamanan pangan serta ketertelusuran produk.
“Semakin besar peluang ekspor yang terbuka, maka semakin besar pula tanggung jawab kita menjaga kualitas. Investasi akan datang apabila kita mampu menghadirkan produk yang konsisten, berkualitas, aman dikonsumsi, dan memenuhi standar internasional,” ujar Faradiba.
Sebagai langkah konkrit, Faradiba yang mewakili Kelompok Kerja (Pokja) Pengembangan Durian Sulawesi Tengah resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama Penyusunan Standar Industri Durian bersama Chengdu Huishi Technology Co., Ltd. di Distrik Qingbaijiang, Kota Chengdu, Provinsi Sichuan, Tiongkok, pada 22 Juli 2026.
Kerja sama tersebut fokus pada penyusunan standar industri berbasis teknologi modern. Cakupannya meliputi klasifikasi mutu, pengujian buah tanpa merusak (non-destructive testing), teknologi pengawetan pascapanen, penguatan hilirisasi, hingga penerapan sistem ketertelusuran penuh (full traceability) menggunakan kode identitas pada setiap produk.
Kedua belah pihak juga mengumpulkan sampel dari daerah produksi, membangun basis data bersama, serta melakukan uji coba verifikasi di Indonesia maupun Tiongkok.
Faradiba mengingatkan para petani agar menggunakan pupuk dan pestisida sesuai ketentuan guna mencegah residu kimia yang dapat merusak kepercayaan pembeli internasional.
Ia mendorong keberhasilan ekspor ini menjadi pintu masuk bagi pembangunan fasilitas packing house modern, penguatan rantai pasok, dan pembukaan lapangan kerja baru di Sulawesi Tengah.
Guna menjaga posisi durian Sulawesi Tengah sebagai komoditas unggulan di pasar internasional, KADIN Parimo mengajak seluruh petani, pelaku usaha, pemerintah, dan akademisi untuk bersinergi menerapkan standar budidaya yang baik dari hulu ke hilir.
“Ekspor bukan hanya soal menjual buah. Yang lebih penting adalah membangun standar, menghadirkan investasi, mengembangkan industri pengolahan, meningkatkan nilai tambah, serta memastikan petani memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar. Semua itu harus dimulai dengan menjaga kualitas sejak dari kebun,” tegas Faradiba. ***











