PARIGI, parimoaktual.com – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) meliburkan seluruh kegiatan belajar mengajar sekolah hari ini.
Langkah strategis tersebut menyikapi rentetan gempa bumi susulan yang terus mengguncang wilayah tersebut sejak Selasa kemarin.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parimo mengambil kebijakan ini setelah berkoordinasi langsung dengan Bupati Parimo Erwin Burase guna memastikan keselamatan para siswa di sekolah.
Pihak dinas terus memantau situasi lapangan secara intensif sejak guncangan pertama terjadi.
“Melihat kondisi tersebut, Kadisdikbud langsung berkoordinasi dengan Bapak Bupati, dan Bapak Bupati menyetujui untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar pada hari ini,” ujar Kepala Bidang SD Disdikbud Parimo, Ibrahim, saat ditemui, Rabu (17/6/2026).
Ibrahim menambahkan bahwa pihaknya masih melihat perkembangan situasi hingga esok hari guna menentukan status aktivitas sekolah selanjutnya.
Keputusan meliburkan sekolah ini dinilai tidak mengganggu kurikulum lantaran para siswa telah menyelesaikan seluruh rangkaian ujian semester dan kini tengah menunggu jadwal pembagian rapor.
Sesuai agenda, penerimaan rapor terjadwal pada Jumat, 20 Juni 2026, yang kemudian berlanjut dengan libur panjang akhir tahun ajaran 2025–2026
“Untuk sementara, pelaksanaan pembelajaran diliburkan hari ini sambil melihat perkembangan kondisi hingga besok. Apabila sepanjang hari ini masih terjadi gempa susulan, maka besar kemungkinan besok juga akan kembali diliburkan,” tambah Ibrahim.
Terkait dampak kerusakan fasilitas pendidikan, Disdikbud Parimo telah menginstruksikan seluruh kepala sekolah untuk melakukan asesmen mandiri dan segera melaporkan dampak fisik di lingkungan masing-masing.
Sejauh ini, kami baru menerima satu laporan kerusakan dari wilayah terpencil di Kecamatan Tinombo, di mana satu bangunan sekolah semi permanen berbentuk rumah panggung mengalami kemiringan.
Sampai dengan semalam, baru satu sekolah tersebut yang melaporkan adanya kerusakan.Untuk kondisi hari ini, saya masih menunggu laporan terbaru.
“Sementara itu, untuk wilayah kota, hingga saat ini belum ada laporan terkait kerusakan sekolah akibat gempa yang terjadi kemarin,” pungkas Ibrahim











