banner 1280x250

Barantin Siap Tingkatkan Kualitas Ekspor Durian Parimo Menuju Pasar Tiongkok

Kepala Barantin, Abdul Kadir Karding, saat meninjau salah satu packing house durian di Parimo, Kamis (28/5/2026).

PARIMO, parimoaktual.com Badan Karantina Indonesia (Barantin) berkomitmen mengoptimalkan kualitas ekspor durian di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Upaya ini dilakukan melalui pendampingan intensif bagi petani dan penguatan ekosistem ekspor dari hulu hingga hilir.

Kepala Barantin, Abdul Kadir Karding, menegaskan pentingnya pembentukan lingkungan kerja yang sehat untuk mendukung ekosistem ekspor durian.

“Perlu dibuatkan lingkungan yang baik supaya ekosistem ekspor durian lebih baik, menguntungkan petani, pelaku usaha, maupun pemerintah,” ujar Abdul Kadir Karding. saat kunjungan kerja di salah satu rumah kemas (packing house) Parimo. Kamis,(28/5/2026).

Barantin siap mendampingi petani lokal untuk mendapatkan sertifikat Good Agricultural Practices (GAP). Sertifikasi ini merupakan syarat mutlak untuk menembus pasar ekspor, terutama ke Negara Tiongkok, demi menjamin standar kualitas serta keamanan pangan.

Penerapan GAP mencakup standardisasi proses budi daya, masa panen, hingga penanganan pascapanen.

Terkait hal tersebut, petani durian diimbau untuk segera mendaftarkan kebun mereka agar dapat diverifikasi dan disertifikasi.

Saat ini, baru 7 dari total 42 PH di Sulawesi Tengah yang mengantongi izin resmi untuk mengekspor durian ke Tiongkok.

Barantin menargetkan puluhan PH lainnya dapat segera memenuhi persyaratan regulasi agar bisa menyusul.

“Puluhan PH yang belum memiliki izin kami upayakan bisa segera mengekspor komoditas durian ke pasar Tiongkok,” kata Karding menambahkan.

Komoditas durian kini menjadi salah satu prioritas nasional sekaligus penggerak roda ekonomi baru. Kontribusi sektor ini terhadap perekonomian daerah tercatat sangat signifikan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, nilai ekspor karantina menyumbang 7,31 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) komponen ekspor Sulawesi Tengah. Khusus untuk komoditas durian, nilai kontribusinya mencapai Rp 304,4 miliar.

“Parimo menjadi salah satu titik penting dan strategis dalam rantai ekspor durian ke Tiongkok karena proses hulu hingga hilirnya,” jelas Karding.

Pendampingan oleh Barantin akan dilakukan secara menyeluruh. Prosesnya meliputi pemenuhan registrasi kebun, manajemen mutu rumah kemas, serta memastikan komoditas bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), residu pestisida, dan kontaminan berbahaya.

Di sisi lain, Karding memberikan peringatan keras kepada jajarannya internal untuk menjaga integritas pelayanan. Ia menegaskan tidak akan menoleransi segala bentuk pungutan liar atau hambatan birokrasi bagi petani.

“Bila ada oknum pegawai Barantin mempersulit atau melakukan gratifikasi terhadap petani dalam proses pengurusan sertifikat GAP, maka pihaknya tidak segan-segan melakukan penindakan,” tegasnya.

Pihak Barantin mengingatkan bahwa keberhasilan pasar ekspor tidak hanya bertumpu pada tingginya angka produksi. Aspek konsistensi kualitas dan kepatuhan teknis terhadap aturan negara tujuan menjadi faktor penentu utama yang harus dijaga bersama.

Penulis: thilonkEditor: arif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *