PARIGI, parimoaktual.com – Tim gabungan siaga darurat Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo) berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah tersebut.
Peristiwa ini menghanguskan total 5,4 hektare area perkebunan dan lahan kosong yang tersebar di lima titik berbeda.
Kebakaran mulai terdeteksi sekitar pukul 13.00 WITA dan menyebar di Desa Lebo (Kecamatan Parigi), Desa Sejoli dan Desa Moutong Barat (Kecamatan Moutong), serta Desa Bolano Barat (Kecamatan Bolano).
Unsur gabungan yang terdiri dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, Pemadam Kebakaran, TNI/Polri, BPBPK Sulawesi Tengah, jajaran aparat desa, hingga masyarakat setempat bahu-membahu menaklukkan si jago merah hingga sore hari.
“Berdasarkan laporan tim di lapangan, api melahap lahan seluas 5,4 hektare, dan kami memastikan tidak ada lagi titik api baru setelah tim berhasil memadamkan seluruh area terdampak .”ungkap Kepala BPBD Parimo, Moh Rivai. Rabu (9/9/2026)
Rivai merinci luasan lahan yang terdampak meliputi empat hektare kebun kelapa di Desa Sejoli, setengah hektare kebun kelapa di Desa Moutong Barat, 0,15 hektare lahan kosong di Desa Lebo, serta 0,75 hektare lahan kosong di wilayah Desa Bolano Barat.
Merespons prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan September sebagai puncak kerawanan karhutla, Pemda Parimo kini meningkatkan status kesiapsiagaan.
Pemda telah mendirikan posko siaga dan menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan serta karhutla di delapan kecamatan, yakni Palasa, Tomini, Mepanga, Ongka Malino, Bolano, Bolano Lambunu, Taopa, dan Moutong.
“Kesiapsiagaan menjadi langkah yang paling penting kita lakukan saat ini, termasuk melakukan pencegahan melalui edukasi dan sosialisasi agar masyarakat tidak membuang atau membakar sampah sembarangan, serta melarang keras pembukaan lahan baru dengan cara membakar,” tutup Rivai. ***











