Merespons Keluhan Warga, Wabup Parimo Evaluasi Penyaluran Gas Elpiji 3 Kg

Wakil Bupati Parigi Moutong (Parimo) H. Abdul Sahid, pimpin rapat koordinasi dan evaluasi terkait penyaluran gas elpiji 3 kilogram (kg). Jumat (4/9/2026). (Foto: Diskominfo Parimo)

PARIGI, parimoaktual.com Wakil Bupati Parigi Moutong (Parimo) H. Abdul Sahid, menggelar rapat koordinasi dan evaluasi terkait penyaluran gas elpiji 3 kilogram (kg) di Auditorium Kantor Bupati. Jumat (4/9/2026).

Langkah ini pemerintah ambil untuk merespons maraknya laporan masyarakat mengenai ketidaktertiban distribusi gas bersubsidi di wilayah tersebut.

Rapat ini mempertemukan jajaran pemda dengan para agen dan pemilik pangkalan guna mengurai berbagai persoalan, mulai dari harga jual yang melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET), praktik kerja sama pangkalan dengan pengecer, hingga pelanggaran zona wilayah penyaluran.

Meskipun mengapresiasi peran pangkalan yang selama ini membantu menyalurkan kebutuhan energi masyarakat, Wabup menuntut adanya kepatuhan bersama agar distribusi berjalan adil.

“Saya mengumpulkan kita semua untuk mengambil satu kebijakan bersama, bergandeng tangan dengan satu tekad yang sama. Tidak boleh ada pilih kasih, tidak boleh ada kecemburuan sosial. Harga memang bisa berbeda tergantung jarak, namun tetap harus sesuai ketentuan HET yang telah ditetapkan pemerintah,” tegas H. Abdul Sahid di hadapan peserta rapat. Jumat (4/9/2026).

Sementara itu, Plt. Kasat Pol PP Ismet Ibrahim membeberkan sejumlah temuan pengawasan petugas di lapangan yang menunjukkan tingginya tingkat penyimpangan.

Pihaknya mendapati agen yang membuka pangkalan di luar wilayah kerja tanpa melapor ke pemerintah, ulah oknum sopir yang memonopoli harga dan melakukan pungutan liar, serta pangkalan yang sengaja tidak memasang papan pengenal HET.

Selain itu, petugas juga menemukan praktik penjualan langsung ke kafe atau rumah makan, penimbunan tabung, hingga pasokan elpiji dari luar Parimo yang masuk untuk diperjualbelikan dengan harga dua kali lipat lebih mahal.

Usai merampungkan sesi diskusi dan tanya jawab untuk mencari solusi ketersediaan barang dan stabilitas harga, pemda memastikan tidak akan tinggal diam terhadap berbagai pelanggaran yang terjadi.

“Pemda Parimo berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan dan evaluasi secara ketat agar program subsidi ini tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” pungkas Wabup.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *