JAKARTA, parimoaktual.com – Pemerintah Daerah Parigi Moutong (Parimo) terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat dengan menjalin koordinasi langsung ke tingkat pusat.
Pemda menunjukkan komitmen tersebut saat Bupati Parimo H. Erwin Burase bersama Sekretaris Daerah Zulfinasran dan Kepala Bappelitbangda Irwan menemui Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin di Gedung Adhyatma Kemenkes RI, Jakarta.
Pertemuan strategis ini pemerintah daerah manfaatkan untuk memperjuangkan pembenahan sarana dan prasarana medis yang tersebar dari pusat kota hingga pelosok kecamatan.
Bupati memaparkan secara langsung gambaran geografis dan tantangan operasional pelayanan pada 24 puskesmas serta tiga rumah sakit daerah, yakni RSUD Anuntaloko, RSUD Raja Tombolotutu, dan RSUD Buluye Napoae.
Menjelaskan kondisi lapangan tersebut, Bupati Parimo berharap pemerintah pusat dapat memberikan intervensi kebijakan yang tepat sasaran.
“Kami membawa rincian usulan prioritas pengembangan fasilitas kesehatan kepada kementerian dalam pertemuan strategis, agar pelayanan medis bagi masyarakat Parimo bisa berjalan semakin optimal,” ungkap Bupati Erwin. Rabu,(2/9/2026).
Dalam pemaparannya, Pemda Parimo mengajukan sejumlah rincian usulan prioritas pada setiap jenjang fasilitas kesehatan, yang meliputi:
Dinas Kesehatan: Membangun tujuh gedung puskesmas baru dan 18 puskesmas pembantu (pustu), serta mengadakan 18 unit ambulans, instalasi pengolahan limbah (IPAL), dan sarana kelengkapan medis lainnya.
RSUD Anuntaloko: Memperkuat sarana penunjang layanan Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi, serta Kesehatan Ibu dan Anak (KJSU-KIA) melalui rehabilitasi gedung bersalin dan nifas.
RSUD Raja Tombolotutu: Membangun Gedung Unit Transfusi Darah (UTD) dan merehabilitasi ruang operasi serta IGD untuk mengatasi tingginya angka rujukan pasien.
RSUD Buluye Napoae: Mengusulkan pembangunan kawasan komprehensif mulai dari gedung rawat inap, laboratorium, radiologi, pemulasaran jenazah, hingga rumah dinas tenaga medis.
Menkes Budi Gunadi Sadikin bersama jajaran direktur jenderal merespons positif usulan tersebut dan langsung menyiapkan serangkaian bantuan strategis.
Kemenkes berjanji akan menyesuaikan standar kelengkapan alat kesehatan, merehabilitasi gedung yang belum memenuhi syarat, serta memilih satu dari tiga RSUD di Parimo untuk mendapatkan peningkatan kualitas menuju taraf nasional.
Selain itu, pemerintah pusat juga merencanakan pembangunan rumah susun bagi staf medis di RSUD Buluye Napoae.
Kemenkes juga tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi turut menyediakan fasilitas pembiayaan pendidikan atau beasiswa bagi putra-putri daerah berprestasi asal Parimo yang menempuh pendidikan kedokteran umum, kedokteran gigi, hingga spesialis.
“Kami sangat mengapresiasi langkah proaktif daerah, dan kementerian siap memberikan dukungan penuh agar pemerataan serta modernisasi layanan kesehatan di wilayah Parimo segera terealisasi,” tutup Menkes Budi Gunadi Sadikin.











