Perkuat Pasar Ekspor Tiongkok, APDURIN Sulteng Minta Petani Jaga Kualitas Durian

Ketua APDURIN Sulawesi Tengah, Hengky Idrus resmi menandatangani dua Perjanjian Kerja Sama Strategis bersama Jiangmen Aike Food Co., Ltd. dan Qingdao Liuxi'er Brand Management Co., Ltd. Penandatanganan tersebut berlangsung di Distrik Qingbaijiang, Kota Chengdu, Provinsi Sichuan, pada Rabu,(22 Juli 2026).

CHENGDU, SICHUAN, parimoaktual.com Ketua Asosiasi Pekebun Durian Indonesia (APDURIN) Provinsi Sulawesi Tengah, Hengky Idrus, mengingatkan seluruh pekebun durian untuk menjaga mutu buah sejak proses budidaya di kebun.

Langkah ini dinilai menjadi kunci utama dalam mempertahankan kepercayaan pasar ekspor, khususnya ke Republik Rakyat Tiongkok.

Hengky menyebut peningkatan volume ekspor durian Sulawesi Tengah merupakan buah kerja keras kolektif antara petani, pemerintah, dan pelaku usaha. Untuk itu, seluruh pihak wajib mempertahankan pencapaian tersebut melalui penerapan praktik budidaya yang baik (Good Agricultural Practices) serta pemenuhan standar mutu internasional.

Tingginya standar di pasar global menuntut kedisiplinan para petani dalam menjaga kualitas hasil panen.

“Pasar internasional sangat ketat terhadap standar mutu. Sedikit saja kualitas menurun atau ditemukan residu yang tidak memenuhi ketentuan, dampaknya dapat memengaruhi kepercayaan pasar terhadap durian Sulawesi Tengah,” kata Hengky.

Sebagai bentuk komitmen nyata memperkuat rantai pasok ke pasar Tiongkok, APDURIN Sulawesi Tengah resmi menandatangani dua Perjanjian Kerja Sama Strategis bersama Jiangmen Aike Food Co., Ltd. dan Qingdao Liuxi’er Brand Management Co., Ltd. Penandatanganan tersebut berlangsung di Distrik Qingbaijiang, Kota Chengdu, Provinsi Sichuan, pada Rabu,(22 Juli 2026).

Melalui kerjasama ini, APDURIN bertugas mengoordinasikan pasokan durian dari kebun anggota agar tetap stabil, berkualitas, legal, serta dapat ditelusuri (traceable).

APDURIN juga mendorong pendaftaran kebun dan fasilitas packing house agar memenuhi regulasi Administrasi Kepabeanan Republik Rakyat Tiongkok (China Customs).

Selain kepastian pasokan, kesepakatan ini mencakup penyelarasan standar mutu, penguatan promosi merek, pertukaran informasi pasar, hingga penetapan target distribusi secara berkelanjutan.

Guna menjaga reputasi komoditas unggulan ini di kancah dunia, Hengky turut mengimbau para petani untuk bijak menggunakan pupuk dan pestisida sesuai dosis yang direkomendasikan.

“Reputasi dibangun bertahun-tahun, tetapi bisa hilang karena kualitas yang tidak dijaga. Oleh sebab itu, mari kita rawat kebun dengan baik, panen pada tingkat kematangan yang tepat, serta menjaga mutu buah hingga sampai ke tangan konsumen di Tiongkok. Jika kualitas terjaga, maka ekspor akan meningkat, investasi akan datang, dan kesejahteraan petani akan ikut tumbuh,” tegas Hengky. ***

Exit mobile version