PARIGI, parimoaktual.com – Bupati Parigi Moutong (Parimo), Erwin Burase, secara resmi membuka Focus Group Discussion (FGD) oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Parimo.
Dengan mengangkat tema besar “Penguatan Hilirisasi Pasok Pangan Lokal Melalui Kolaborasi Lintas Sektor untuk Mendorong Investasi dan Ketahanan Pangan Daerah”.
Langkah tersebut bertujuan mengidentifikasi potensi pangan lokal, memetakan kendala rantai pasok, serta merumuskan strategi investasi yang berkelanjutan.
Untuk membedah strategi penanaman modal tersebut, DPMPTSP menghadirkan tiga pakar sebagai narasumber. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Tengah Richard Arnaldo Djanggola, Akademisi dan Peneliti BRIN Dr. Anshar Munir, serta Isnaeny Ramadan, dari Badan Pemberdayaan SDM Provinsi Sulawesi Tengah.
Bupati dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada DPMPTSP Parimo. Ia menilai forum ini sangat krusial dalam mengendalikan penanaman modal daerah yang berbasis pada potensi pangan lokal.
“Atas nama Pemda Parimo, saya menyampaikan terima kasih serta apresiasi yang setinggi-tingginya kepada DPMPTSP Parimo atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat pengendalian penanaman modal daerah sekaligus mendorong pembangunan investasi yang berorientasi pada hilirisasi potensi pangan lokal,” tegas Bupati. Selasa (7/7/2026).
Lebih lanjut, Erwin menaruh harapan besar agar diskusi ini menghasilkan formula dan langkah konkret yang bisa langsung diterapkan di lapangan, bukan sekadar menjadi catatan di atas kertas.
“Saya berharap FGD ini menjadi forum strategis untuk bertukar gagasan, menyusun rekomendasi kebijakan, mengidentifikasi berbagai tantangan, sekaligus merumuskan langkah-langkah konkret dalam memperkuat hilirisasi rantai pasok pangan lokal di Parimo,” tutur Erwin.
Melalui pertemuan ilmiah ini, Pemda Parimo menargetkan lahirnya aksi nyata yang berdampak langsung pada masyarakat.
“Melalui kegiatan FGD ini, diharapkan terbangun kolaborasi lintas sektor yang semakin kuat dalam mendorong hilirisasi pangan lokal, meningkatkan investasi daerah, serta menghasilkan rekomendasi dan langkah tindak lanjut yang mendukung ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan di parimo.” Pungkasnya.
