Berita  

Muhamad Nasir Resmi Pimpin APRI Parimo Melalui Muscab Periode 2026–2030

Mantan Ketua APRI Parimo, Isram Said Lolo saat memberikan sambutan pada Muscab Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Parimo. Kamis, (6/8/2026). (Foto : Galih)

PARIGI, parimoaktual.com Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) sukses menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) untuk periode 2026–2030 di Parigi.

Agenda ini sekaligus menandai berakhirnya masa kepemimpinan Isram Said Lolo (ISL) sebagai Ketua APRI Parimo.

Acara yang dihadiri oleh jajaran Forkopimda Parimo ini menjadi ajang konsolidasi para penghulu di tingkat daerah.

Dalam sambutannya, Isram Said Lolo menegaskan bahwa profesi penghulu memiliki peran strategis dalam menopang pembangunan bangsa melalui pencerahan di tengah masyarakat.

Mantan Ketua APRI Parimo tersebut menekankan pentingnya peran para penghulu dalam membina keharmonisan masyarakat di wilayah masing-masing.

“Semua penghulu itu punya podium masing-masing dalam membentuk keluarga tangguh lewat edukasi dan pencerahan sosial,” ujar Isram Said. Kamis, (6/8/2026).

ISL menambahkan, potensi strategis tersebut memungkinkan APRI menjadi mitra erat bagi pemerintah serta Aparat Penegak Hukum (APH) demi menguatkan ketahanan nasional.

Ia berpesan agar kepengurusan baru senantiasa menjaga solidaritas internal dan menekan angka perceraian di Kabupaten Parimo.

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua APRI Sulawesi Tengah, ISL meminta pelaksanaan Muscab Parimo berjalan kompak agar menjadi barometer bagi kabupaten lain.

Ia mengimbau seluruh anggota meninggalkan dinamika internal dan menyatukan dukungan kepada siapapun ketua yang terpilih.

Muscab yang mengusung tema “Penghulu Berintegritas, Keluarga Tangguh Indonesia Maju” ini mengamanatkan pemimpin baru untuk sigap merespons berbagai dinamika sosial dan keagamaan di masyarakat.

Proses pemungutan suara (voting) yang melibatkan lima orang calon secara sah memutuskan Muhamad Nasir, sebagai Ketua APRI Parimo terpilih periode 2026–2030.

Muscab ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang pergantian estafet kepemimpinan, melainkan juga wadah perumusan ide-ide strategis bagi penguatan lembaga.

“Muscab bukan sekadar momentum memilih pemimpin baru, tapi juga melahirkan gagasan dalam membantu pemerintah di bidang ketahanan keluarga sebagai dasar kekuatan bangsa,” pungkas ISL.

Penulis: GalihEditor: Arif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *