banner 728x90

Bupati Parimo Pimpin Apel Siaga, Ingatkan Bencana Bisa Datang Kapan Saja

Bupati Parigi Moutong (Parimo) menyerahkan piagam penghargaan kepada pihak yang berkontribusi dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Foto : Diskominfo Parimo)

PARIMO, parimoaktual.com Bupati Parigi Moutong (Parimo), H. Erwin Burase, memimpin langsung Apel Siaga Hari Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2026.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari peringatan nasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Siap Untuk Selamat: Bersatu Dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana” sebagai ajakan memperkuat sinergi seluruh elemen masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Bupati membacakan amanat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto.

“Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana ini merupakan momentum untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan seluruh lapisan masyarakat terhadap ancaman bencana,” ujar Bupati Erwin, Saat membacakan amanat Kepala BNPB, di halaman Kantor Bupati.Kamis (23/4/2026).

Ia menegaskan, kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan BNPB bersama BPBD yang menyasar seluruh lapisan masyarakat, mulai dari umum, Aparatur Sipil Negara, hingga pelajar dan kelompok rentan.

Menurutnya, kesiapsiagaan menjadi penting mengingat Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi.

“Indonesia merupakan negara yang rentan terhadap bencana. Setiap tahun kita dihadapkan pada berbagai jenis bencana, baik alam, non-alam, maupun sosial,” katanya.

Ia menjelaskan, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kapasitas masyarakat, terutama dalam pengetahuan kebencanaan, penyelamatan diri, hingga evakuasi mandiri.

Berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia yang dirilis BNPB serta kajian risiko bencana Kabupaten Parimo Tahun 2023–2028, wilayah Parimo termasuk daerah yang rawan terhadap berbagai ancaman bencana.

Ancaman tersebut meliputi banjir, banjir bandang, gempa bumi, tsunami, tanah longsor, cuaca ekstrem, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), gelombang ekstrem, abrasi pantai, hingga kekeringan.

Karena itu, Bupati menekankan agar peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dilanjutkan dengan simulasi kebencanaan yang melibatkan aparatur, masyarakat, dan pelajar.

“Yang terpenting, masyarakat harus mengenali ancaman bencana, mengurangi risikonya, dan menyiapkan langkah antisipasi. Penanggulangan bencana adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan yang berkelanjutan, bukan hanya saat peringatan tahunan.

“Kesiapsiagaan tidak boleh hanya jadi slogan. Semua harus benar-benar siap, karena bencana bisa datang kapan saja,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan pengukuhan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Parimo, penandatanganan kerja sama antara BPBD dengan PMI, Disdikbud, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Selain itu, pemda juga menyerahkan piagam penghargaan kepada pihak yang berkontribusi dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.

 

Penulis: Diskominfo ParimoEditor: ABT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *