banner 728x90

RSUD Anuntaloko Akui Sisrute Terkendala Jaringan dan Respons Medis

Plt Direktur RSUD Anuntaloko Parigi, Irwan. (Foto ; Iswadin/ Pusatwarta'id)

PARIMO, parimoaktual.com – Pelaksanaan sistem rujukan terintegrasi (Sisrute) di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan.

Plt Direktur RSUD Anuntaloko Parigi, Irwan, menilai edukasi kepada masyarakat menjadi kunci agar sistem tersebut bisa berjalan optimal.

Irwan menjelaskan, Sisrute dirancang untuk memastikan pasien mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat dan tepat sesuai kebutuhan medis.

Namun dalam praktiknya, berbagai hambatan masih terjadi, mulai dari keterbatasan jaringan internet hingga respons tenaga medis yang belum maksimal.

“Sering kali masyarakat belum memahami alasan pasien harus dirujuk ke fasilitas lain. Padahal, itu dilakukan agar pasien mendapat penanganan yang lebih sesuai dan cepat,” ujar Irwan dalam RDP bersama Komisi IV DPRD Parimo, turut hadir tiga rumah sakit dan 24 puskesmas, Senin (6/4/2026).

Ia mengungkapkan, kondisi tersebut kerap memicu kesalahpahaman, terutama saat rumah sakit tidak memiliki fasilitas atau kapasitas memadai untuk menangani pasien.

Menurutnya, melalui Sisrute, tenaga kesehatan sebenarnya dapat memantau lebih awal kondisi rumah sakit tujuan, termasuk ketersediaan dokter, ruang perawatan, hingga fasilitas pendukung. Dengan sistem itu, proses rujukan seharusnya bisa dilakukan secara terencana dan efisien.

Namun, keterbatasan jaringan di sejumlah wilayah membuat penggunaan aplikasi Sisrute belum berjalan maksimal.

Sebagai solusi sementara, tenaga kesehatan memanfaatkan grup WhatsApp untuk mempercepat komunikasi antar fasilitas layanan kesehatan.

Selain itu, faktor waktu juga menjadi tantangan, terutama pada kasus gawat darurat di luar jam pelayanan. Respons dokter spesialis terkadang mengalami keterlambatan, meski masih dalam batas toleransi.

Irwan menegaskan, pihaknya akan mendorong sosialisasi yang lebih intensif melalui puskesmas dan rumah sakit agar masyarakat memahami mekanisme rujukan dengan baik.

“Perlu ada pemahaman bersama bahwa Sisrute ini untuk kepentingan pasien. Bukan sekadar memindahkan, tapi memastikan penanganan yang tepat,” tegasnya.

Ia berharap, dengan peningkatan pemahaman masyarakat serta perbaikan sistem secara bertahap, layanan rujukan di Parimo dapat berjalan lebih efektif dan optimal. (**/long)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *