PARIMO, parimoaktual.com — Yayasan Pelita Prabu Berjaya Indonesia (YPPBI) resmi mengawali pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Torue, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo).
Program nasional ini menyasar pemenuhan kebutuhan gizi anak usia dini, pelajar, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah.
Peluncuran program MBG tersebut ditandai dengan pengoperasian dapur umum yang telah dipersiapkan hampir satu tahun.
Kegiatan ini turut dihadiri Camat Torue, Kapolsek Torue, Danramil, para kepala desa, kepala sekolah, serta dua anggota DPRD Parimo dari Daerah Pemilihan (Dapil) V.
Wakil Ketua YPPBI, Munafri, mengungkapkan bahwa program MBG di Torue merupakan hasil dari proses panjang yang telah disosialisasikan sejak setahun lalu.
Ia menyebut, meski dihadapkan pada berbagai tantangan dan penolakan, yayasan tetap konsisten menjalankan amanah program nasional tersebut.
“Satu tahun lalu kami sudah mulai sosialisasi, dari Sausu hingga wilayah Torue. Banyak tantangan dan penolakan, tapi Alhamdulillah pada Senin, (12/01/2026), program ini akhirnya bisa dilaunching. Dapur ini kami persiapkan hampir satu tahun,” kata Munafri.
Ia menjelaskan, tahap awal pelaksanaan MBG di Kecamatan Torue menargetkan sebanyak 1.000 penerima manfaat.
Sasaran program meliputi peserta didik mulai PAUD hingga SMA, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Seluruh aktivitas dapur akan melibatkan ibu-ibu setempat yang didampingi tenaga ahli gizi guna memastikan kualitas serta keamanan makanan.
“Tidak ada yang dikecualikan. Semua penerima akan dipenuhi secara bertahap. Ibu-ibu yang bekerja di dapur juga didampingi ahli gizi agar pelaksanaannya efisien dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Munafri menambahkan, keberhasilan program MBG sangat bergantung pada kekompakan tim pelaksana serta koordinasi lintas sektor.
Ia mengakui, tidak semua pihak yang sempat terlibat di awal mampu bertahan hingga tahap implementasi.
“Perjalanan program ini tidak mudah. Namun yang terpenting, hari ini program nasional ini bisa berjalan dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Torue, Ni Luh Elisabet, menekankan pentingnya koordinasi menyeluruh antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, sekolah, puskesmas, serta aparat keamanan.
Menurutnya, keterlibatan seluruh kepala desa menjadi kunci kelancaran distribusi MBG di wilayah Torue.
“Penerima manfaat bukan hanya anak sekolah, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, dan bayi. Jika ada yang belum menerima, tentu kepala desa yang akan pertama ditanya masyarakat. Karena itu koordinasi harus benar-benar kuat,” ujar Ni Luh.
Ia juga menegaskan bahwa aspek keamanan dan kesehatan pangan menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah kecamatan, TNI-Polri, hingga Satpol PP akan dilibatkan dalam pengawasan dapur, distribusi makanan, serta pelaksanaan posyandu.
“Ini adalah program nasional Presiden Prabowo dan menjadi tanggung jawab kita bersama. Kita jaga kualitas makanan, kesehatan penerima, dan koordinasi agar tidak muncul persoalan di lapangan,” katanya.
Menutup sambutannya, Ni Luh mengajak seluruh pihak untuk menyukseskan Program MBG sebagai investasi jangka panjang pembangunan generasi masa depan.
“Mari kita sukseskan program ini dengan kebersamaan. Tujuannya jelas, menciptakan anak-anak yang sehat dan cerdas untuk membangun Indonesia ke depan,” pungkasnya. ***





