Bupati Parimo Serahkan Santunan Duka kepada Keluarga Korban Longsor di Tirtanagaya

oleh
oleh
Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, saat menyerahkan secara simbolis santunan duka kepada salah satu ahli waris korban longsor di Desa Tirtanagaya, Kecamatan Lambunu, Senin (22/7/2025). (Foto : Galih))

PARIMO, parimoaktual.com Bupati Parigi Moutong (Parimo) , Erwin Burase, menyalurkan santunan duka kepada keluarga korban bencana longsor yang terjadi di Desa Tirtanagaya, Kecamatan Lambunu, pada Juni lalu.

Penyerahan santunan berlangsung di Markas Taruna Siaga Bencana (Tagana), Dinas Sosial Parigi Moutong, Senin (22/7/2025).

Santunan yang disalurkan menyasar ahli waris dari tujuh korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

Selain bantuan uang tunai, pemerintah juga menyerahkan bantuan berupa kebutuhan sandang, pangan, dan alat bantu bagi lansia serta penyandang disabilitas.

Dalam sambutannya, Bupati Erwin menyampaikan bahwa bantuan tersebut mungkin tidak sepenuhnya menghapus duka para keluarga, namun diharapkan bisa meringankan beban mereka.

“Saya berharap santunan duka ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh keluarga maupun ahli waris penerima. Ini adalah bentuk kehadiran pemerintah dalam masa sulit yang mereka hadapi,” ujarnya.

Bupati menegaskan, program bantuan sosial ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam membangun sistem perlindungan sosial yang inklusif dan adil, agar tidak ada masyarakat rentan yang luput dari perhatian.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Sosial Parimo, Try Nugraha, menjelaskan bahwa penyaluran santunan duka baru bisa direalisasikan karena sebelumnya terdapat proses administrasi yang harus diselesaikan oleh para ahli waris.

“Total santunan duka yang disalurkan kepada empat ahli waris korban longsor di Desa Tirtanagaya mencapai Rp105 juta,” jelas Try.

Ia merinci, satu ahli waris menerima santunan senilai Rp15 juta, sementara tiga ahli waris lainnya menerima masing-masing Rp30 juta.

Salah satunya adalah Fikri, yang kehilangan kedua orang tuanya dalam insiden tersebut.

“Nominal santunan bervariasi karena mempertimbangkan jumlah korban dalam satu keluarga,” tambahnya.

Try berharap seluruh ahli waris dapat menggunakan santunan tersebut secara bijak untuk keperluan mendesak dan mendukung kelangsungan hidup mereka pascabencana. (Galih)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *