PARIGI, parimoaktual.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) menegaskan komitmennya dalam mendorong pemerataan dan peningkatan mutu layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), meski masih menghadapi tantangan keterbatasan sarana, khususnya pada lembaga swasta.
Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) Disdikbud Parimo, Dahniar Abdul Hamid, mengungkapkan saat ini terdapat sekitar 538 satuan PAUD yang tersebar di wilayah tersebut, terdiri dari Taman Kanak-Kanak (TK), Kelompok Bermain (KB), hingga Satuan PAUD Sejenis (SPS).
“Sebagian besar PAUD sudah terakreditasi, namun masih ada yang dalam proses dan belum terakreditasi. Ini yang terus kami dorong agar kualitasnya merata,” ujar Dahniar, Senin (13/4/2026).
Ia menjelaskan, akreditasi menjadi tolok ukur penting dalam menilai kualitas layanan pendidikan, karena dilakukan oleh lembaga independen, yakni Badan Akreditasi Nasional (BAN).
Dengan status akreditasi, standar sarana, prasarana, hingga proses pembelajaran dinilai telah memenuhi ketentuan.
Di sisi lain, Disdikbud juga mengakui belum meratanya fasilitas pendidikan, terutama pada PAUD yang dikelola masyarakat. Kondisi ini menjadi salah satu fokus perhatian pemerintah daerah.
“Untuk PAUD negeri, bantuan sudah kami salurkan berupa perangkat teknologi, mobiler, hingga papan digital. Sementara PAUD swasta juga mendapat bantuan, meski belum sepenuhnya merata,” jelasnya.
Menurutnya, penyaluran bantuan masih diprioritaskan bagi lembaga yang telah mengantongi akreditasi A dan B. Kebijakan ini diharapkan mampu memacu lembaga lain untuk meningkatkan kualitas dan segera mengajukan akreditasi.
Selain dukungan sarana, Disdikbud juga terus memperkuat pembinaan melalui peningkatan kapasitas tenaga pendidik, penguatan kelembagaan, hingga pendampingan dalam pengurusan perizinan dan akreditasi.
“Semua ini bagian dari upaya kami memastikan layanan PAUD dan pendidikan non-formal berjalan sesuai standar dan terus meningkat dari waktu ke waktu,” tegas Dahniar.
Ia menambahkan, monitoring dan evaluasi rutin dilakukan untuk memastikan setiap program berjalan efektif sekaligus menjadi bahan perbaikan kebijakan ke depan.
“Harapannya, seluruh lembaga PAUD di Parimo bisa berkembang merata dan memberikan layanan pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak,” pungkasnya. (**/long)












