PARIMO, parimoaktual.com — Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Faradiba Zaenong, menegaskan bahwa Sulawesi Tengah kini mulai menunjukkan hasil nyata dalam penguatan ekonomi daerah.
Menurutnya, sektor durian menjadi bukti bahwa daerah ini tidak lagi hanya berbicara potensi, tetapi sudah bergerak pada pasar ekspor internasional.
“Hari ini kita tidak lagi bicara potensi, tetapi bicara hasil. Parimo sudah menembus pasar ekspor durian dunia,” ujar Faradiba dalam forum koordinasi yang digelar Bapeda Provinsi Sulawesi Tengah di Gedung Auditorium Kantor Bupati. Rabu (1/4/2026).
Forum tersebut dihadiri jajaran Bappeda kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah, unsur pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, serta petani durian dari Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo.
Faradiba menegaskan, kehadirannya bukan hanya sebagai pimpinan organisasi usaha, tetapi juga membawa gambaran langsung perkembangan ekonomi riil yang sedang tumbuh di daerah.
“KADIN bukan sekadar organisasi, tetapi jembatan antara kebijakan pemerintah dan realitas usaha di lapangan,” katanya.
Selain mendorong program 1 Rumah 1 Pengusaha, KADIN Parimo juga menilai komoditas durian kini menjadi motor ekonomi baru desa.
Data yang disampaikan menunjukkan Sulawesi Tengah sebelumnya telah mengekspor sekitar 40 ribu ton durian ke pasar internasional, terutama ke China.
Produksi itu ditopang sekitar 4.000 hektare kebun durian montong dengan lebih dari 400 ribu pohon produktif dan 30 unit packing house yang sudah beroperasi.
“Durian hari ini bukan lagi sekadar buah, tetapi sudah menjadi instrumen ekonomi yang menghidupkan desa,” ucap Faradiba.
Ia menyebut, target perputaran dana dari sektor durian tahun ini diproyeksikan mencapai Rp3 triliun.
“Dana ini langsung mengalir ke petani dan tenaga kerja lokal. Inilah ekonomi yang benar-benar hidup di desa,” tambahnya.
Meski demikian, ia menilai kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah masih perlu diperkuat melalui regulasi tata niaga yang jelas.
“Bukan karena tidak ada potensi, tetapi regulasi daerah belum sepenuhnya hadir untuk mengikat dan mengarahkan,” jelasnya.
Faradiba juga menilai perkembangan sektor durian di Parimo merupakan implementasi nyata Program 9 BERANI.
“Hulu sudah bergerak, hilir sudah berjalan, pasar sudah terbuka. Ini bentuk nyata program yang sedang hidup di Parimo,” tegasnya.
Ia berharap dukungan pemerintah terus diperkuat, terutama pada aspek regulasi, logistik, dan investasi.
“Dunia usaha siap berlari, tetapi membutuhkan pemerintah untuk membuka jalannya,” pungkasnya. (**/long)











