PARIMO, parimoaktual.com – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid memaparkan arah pembangunan Sulawesi Tengah melalui program unggulan 9 Berani saat menghadiri halal bihalal bersama masyarakat di kawasan Pantai Wisata Ampera, Kecamatan Tomini, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo).
Kegiatan itu turut dihadiri Ketua TP-PKK Sulawesi Tengah Sri Nirwanti Bahasoan dan Bupati Parimo Erwin Burase.
Di hadapan masyarakat, Anwar Hafid menegaskan bahwa program 9 Berani menjadi arah utama pemerintah provinsi dalam mempercepat pembangunan di berbagai sektor.
“Program ini menjadi dasar kerja kami untuk memastikan pembangunan menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung,” kata Anwar Hafid. Minggu, (29/3/2026).
Ia menjelaskan, sembilan program tersebut mencakup Berani Cerdas, Berani Sehat, Berani Panen Raya, Berani Tangkap Banyak, Berani Menyala, Berani Lancar, Berani Berdering, Berani Berkah, dan Berani Berintegritas.
Pada sektor pendidikan melalui program Berani Cerdas, Pemprov Sulawesi Tengah memastikan tidak ada lagi pungutan biaya pendidikan untuk SMA, SMK, dan SLB yang menjadi kewenangan provinsi.
“Saya sudah tegaskan kepada seluruh kepala sekolah, jangan ada lagi pungutan. Kalau masih ditemukan, segera laporkan,” ujarnya.
Pemerintah provinsi juga menyalurkan BOS daerah, termasuk pembiayaan praktik kerja industri dan uji kompetensi bagi siswa SMK.
Tahun ini, delapan sekolah tingkat SMA dan SMK di Parimo mendapat alokasi rehabilitasi gedung dengan nilai rata-rata Rp5 miliar.
Selain pendidikan menengah, bantuan pendidikan tinggi juga kembali dibuka untuk mahasiswa asal Sulawesi Tengah.
“Pendaftaran beasiswa dimulai 13 April 2026 dan pembayarannya langsung ke perguruan tinggi,” jelasnya.
Di Parimo, sekitar 3.000 mahasiswa masuk dalam sasaran program bantuan kuliah tersebut.
Pada sektor kesehatan melalui program Berani Sehat, pemerintah provinsi mengalokasikan Rp15 miliar untuk mendukung peningkatan kepesertaan BPJS Kesehatan.
Saat ini, cakupan BPJS di Parimo disebut telah mencapai sekitar 90 persen.
“Tidak boleh ada lagi masyarakat yang tertunda berobat karena persoalan biaya,” tegas Anwar.
Untuk infrastruktur, Pemprov Sulawesi Tengah melalui program Berani Lancar tengah membuka akses jalan dari Kecamatan Lambunu menuju Kabupaten Buol.
Program tersebut ditujukan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah dan mempercepat distribusi ekonomi masyarakat.
Di sektor kelistrikan melalui program Berani Menyala, pemerintah provinsi juga menargetkan penanganan desa yang belum teraliri listrik melalui pembangunan tenaga surya terpusat.
“Sudah ada investor yang siap membantu dan nanti diarahkan juga ke wilayah Parimo,” katanya.
Selain itu, melalui program Berani Berdering, pemerintah menargetkan pembangunan jaringan telekomunikasi di 100 desa blank spot tahun ini.
Menutup sambutannya, Anwar Hafid menilai Bupati Parimo aktif membangun komunikasi dengan pemerintah provinsi dalam memperjuangkan kebutuhan daerah.
“Asalkan ada usulan resmi dari bupati, pasti kami tindak lanjuti. Respons cepat seperti ini penting agar pembangunan bergerak lebih cepat,” pungkasnya. (**/long)







