Gubernur Dorong KADIN Parimo Wujudkan Satu Rumah Satu Pengusaha

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid saat memberikan sambutan pada pelantikan Ketua KADIN Parimo di,Auditorium Kantor Bupati, Sabtu (24/01/2026). (Foto : Galang)

PARIMO, parimoaktual.com — Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) harus tampil sebagai penggerak utama ekonomi daerah dan tidak berhenti pada agenda seremonial pelantikan.

Anwar Hafid meminta KADIN Parimo menghadirkan kerja nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat, terutama dalam mendorong lahirnya pelaku-pelaku usaha baru di tingkat rumah tangga.

Ia menilai konsep satu rumah satu pengusaha menjadi arah pembangunan ekonomi yang realistis apabila dijalankan secara konsisten dan kolaboratif.

“Gagasan besar tidak boleh kita sikapi dengan pesimisme. Jika kita tidak berani bermimpi dan berkomitmen, maka perubahan tidak akan pernah terjadi,” ujar Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid saat memberikan sambutan pada pelantikan Ketua KADIN Parimo di Auditorium Kantor Bupati, Sabtu (24/01/2026).

Anwar Hafid menekankan bahwa pencapaian cita-cita tersebut membutuhkan kerja bersama. Ia meminta KADIN Parimo membangun sinergi dengan pemerintah daerah, pelaku UMKM, serta komunitas usaha lokal agar setiap program berjalan terukur dan berkelanjutan.

“Tidak ada gagasan besar yang bisa diwujudkan secara individual. Kita harus mengerjakannya bersama, dengan tujuan yang sama dan langkah yang terarah,” tegasnya.

Ia menjelaskan, konsep satu rumah satu pengusaha merupakan tujuan akhir pembangunan ekonomi daerah. Ketika target itu tercapai, ketahanan ekonomi keluarga akan semakin kuat dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Jika setiap rumah memiliki sumber penghasilan mandiri, maka fondasi kesejahteraan daerah akan menjadi kokoh,” kata Anwar Hafid.

Di tingkat provinsi, Anwar Hafid menyebut Pemerintah Sulawesi Tengah telah menyiapkan program penciptaan 10.000 wirausaha baru pada tahun 2026. Pemerintah provinsi akan menyinergikan program tersebut dengan KADIN Parimo agar pelaksanaannya lebih efektif dan tepat sasaran.

“Kami ingin program ini benar-benar berjalan di lapangan, bukan berhenti di acara seremonial. Pelaku usaha lokal lebih memahami kebutuhan dan tantangan yang mereka hadapi,” ujarnya.

Untuk mendukung agenda tersebut, Anwar Hafid menyampaikan tiga prasyarat utama, yakni ketersediaan data yang valid, penerapan digitalisasi, dan profesionalisme pelaku usaha. Menurutnya, tanpa data yang akurat, perencanaan program sulit dieksekusi secara optimal.

“Data menjadi dasar perencanaan. Digitalisasi adalah keharusan. Dan bantuan harus kita berikan kepada pelaku usaha yang benar-benar serius dan profesional,” tegasnya.

Ia juga menyoroti potensi besar Parigi Moutong di sektor pertanian dan perkebunan. Anwar Hafid menyebut komoditas durian Parigi Moutong telah dikenal luas dan menarik minat investor internasional. Pemerintah provinsi, kata dia, terus mendorong hilirisasi komoditas unggulan serta penguatan infrastruktur pendukung.

Menutup sambutannya, Anwar Hafid menegaskan kesiapan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk mendukung penuh peran KADIN Parimo dalam pembangunan ekonomi daerah.

“Ketika ada organisasi masyarakat yang siap mengambil peran strategis dalam pembangunan ekonomi, maka pemerintah wajib mendukung sepenuhnya,” pungkasnya. (long)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *