PHO Meski Belum Rampung, Proyek Musala Inspektorat Parimo Disorot

Proyek pembangunan musala di lingkungan Kantor Inspektorat Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) yang belum rampung. (Foto : Istimewa)

PARIMO, parimoaktual.com  – Proyek pembangunan musala di lingkungan Kantor Inspektorat Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) yang dibiayai melalui APBD Perubahan Tahun Anggaran 2025 senilai Rp200 juta menjadi perhatian publik.

Pasalnya, bangunan tersebut telah dinyatakan selesai melalui Provisional Hand Over (PHO), meski kondisi fisiknya belum sepenuhnya rampung.

Musala yang berada di tepi Jalur II halaman Kantor Inspektorat Parimo itu masih berada pada tahap struktur dasar.

Hasil pantauan menunjukkan pekerjaan baru mencakup pondasi, tiang cor, serta dinding utama yang belum diplester bagian luarnya, sehingga bangunan tersebut belum dapat difungsikan sebagaimana mestinya.

Menanggapi hal tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) kegiatan, Alex Noprianto Pata, ST, menjelaskan bahwa pelaksanaan pekerjaan telah mengikuti ketentuan kontrak yang berlaku.

“Pekerjaan dimulai pada 21 November 2025 dan selesai pada 22 Desember 2025, kemudian dilakukan PHO pada 29 Desember 2025,” ujar Alex saat dikonfirmasi, Jumat (23/01/2026).

Ia menyebutkan, masa pelaksanaan pembangunan musala tersebut berlangsung selama 40 hari kalender, berdasarkan Surat Perintah Kerja (SPK) yang berakhir pada 30 Desember 2025. Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh CV Kalukubula Sulteng.

Alex mengungkapkan, bangunan musala dirancang untuk menampung sedikitnya 30 jamaah. Namun, berdasarkan perhitungan konsultan perencana, total anggaran yang dibutuhkan untuk menyelesaikan bangunan hingga tahap akhir mencapai sekitar Rp400 juta, sementara pagu anggaran pada APBD Perubahan 2025 hanya tersedia Rp200 juta.

“Karena keterbatasan anggaran di ABT 2025 yang hanya Rp200 juta, sementara bangunan harus mampu menampung lebih dari 30 jamaah, maka pembangunan dilakukan secara bertahap agar tetap sesuai dengan perencanaan teknis,” jelasnya.

Ia menambahkan, realisasi pembangunan tahap pertama telah disesuaikan dengan volume pekerjaan dan nilai anggaran yang tersedia.

Untuk menyempurnakan pembangunan musala tersebut, pihaknya telah mengusulkan penganggaran lanjutan melalui APBD Tahun 2026.

“Pekerjaan lanjutan yang direncanakan pada 2026 meliputi penambahan dinding, pengecoran plat beton bagian atas, hingga tahap finishing,” pungkas Alex. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *