Kadis Perindag Parimo Sebut Honor Petugas Pasar Tidak Teralokasikan

oleh
oleh
Kadis Perindag Parimo Moh. Yasir mengungkapkan Honor Petugas Pasar Tidak Teralokasikan, saat menghadiri rapat Pansus PDRD di DPRD Parimo, Rabu (17/5/2023). (Foto : Wady)

PARIMO, parimoaktual.com Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Moh. Yasir mengungkapkan, bahwa beberapa tahun terakhir honor petugas pasar di daerah itu tidak teralokasikan.

“Sudah beberapa tahun tidak teralokasikan. Padahal, setiap tahun kami ajukan untuk dianggarkan.,” ungkap Moh. Yasir saat menghadiri rapat Pansus PDRD di DPRD Parimo, Rabu (17/5/2023).

Baca Juga : Kapolres Parimo Pimpin Sertijab

Sehingga kata Yasir, terjadi saat ini hasil retribusi yang dipungut oleh petugas pasar sebagian dibagi untuk membayar honor mereka,” itu yang terjadi sekarang. Sehingga, pendapatan kita seperti itu kondisi.” terangnya.

Menurutnya, dengan pembayaran honor petugas pasar sebagian diambil dari hasil pungutan retribusi tersebut, membuat pihknya kesulitan untuk mendapatkan capaian retribusi sesuai apa yang di targatkan.

“Dan saya tidak bisa terlalu menginterfensi kepada petugas pasar. Karena mereka tidak mendapatkan alokasi anggaran untuk pembayaran honor,” ungkapnya.

Dia mengaku, di sektor retribusi pasar memang tidak sesuai aturan. Sebab, alokasi anggaran untuk pembayaran honor petugas pasar memang tidak ada.

Selain mengusulkan anggaran untuk petugas pemungut retribusi pasar katanya, pihaknya juga mengusulkan anggaran untuk rehabilitasi fasilitas bangunan Mandi Cuci Kakus (MCK).

Baca Juga : DP3AP2KB Bakal Gelar Kegiatan Keprotokolan Khusus DPW

“Karena, beberapa pasar yang kita kelola ini MCK nya sudah tidak layak digunakan. Sebab, itu yang utama di pasar untuk keperluan pedagang maupun pengunjung pasar,” terangnya.

Kemudian, fasilitas pelataran yang digunakan para pedagang menggelar dagangan belum semuanya terbangun. Sehingga, para pedagang lainnya masih menggunakan karung atau tikar sebagai alas untuk menggelar daganganya.

“Sebagaian pedagang itu hanya beralaskan tikar diatas tanah dan itu dipungut juga retribusi. Dan itu kondisi pasar sekarang yang kami kelola.” ujarnya. (dany)

Response (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *